Home Artikel Alquran Apa itu Tadabbur Al-Qur’an?

Apa itu Tadabbur Al-Qur’an?

342
0

Tadabbur Al-Qur’an adalah : Melihat, memikirkan dan menghayati ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca dan kandungannya hingga benar-benar merasa bahwa khitob (dialog) Al-Qur’an mengarah kepadanya.  jika hal ini terlaksana, maka telinga akan bisa benar-benar mendengarkan dengan seksama, mata hati bisa menerima kandungan ayat, dan akal bisa memahami maksud dari kalam Rob semesta alam, sehingga bisa mendorong untuk mewujudkan pelaksanaan perintah Allah dan menghindar dari laranganNya.

Sungguh Al-Qur’an mempunyai maksud yang sangat mulia, dan tujuan yang sangat jelas, dari penegakan tauhid dan larangan mendekati syirik sampai ajakan untuk bersifat mulia untuk ada dalam alquran.

Pertanyaan terbesar untuk mecambuk diri seorang muslim “apakah sudah benar-benar mentadaburi ayat yang dibaca atau yang telah didengar oleh pendengarannya?” atau keadaannya sudah menjadi seperti keadaannya ahlu kitab yang Allah firmankan

 وَمِنۡهُمۡ أُمِّیُّونَ لَا یَعۡلَمُونَ ٱلۡكِتَـٰبَ إِلَّاۤ أَمَانِیَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا یَظُنُّونَ

“Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.” (QS: Al-Baqarah: 78)

Yaitu perkataan-perkataan yang mereka nukilkan dan mereka dustakan. Inilah yang dilakukan oleh sebagian ahlu kitab terhadap ayat-ayat Allah yang telah diturunkan kepada mereka.

Sungguh mentadaburi Al-Qur’an adalah suatu yang bersifat keharusan (darurat), karena hal itu adalah sumber kemuliaan kaum muslimin, dan dikarenakan itulah jalannya Rasulullah ‘alaihis shalatu was salam, sahabat dan para salafus shaleh terdahulu. Imam Malik rahimahullahu berkata :

لَنْ يَصْلُحَ آخرُ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلهُا

“Umat yang akhir (dari umat) ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan apa yang dapat menjadikan umat yang awal menjadi baik”

Apakah para pendahulu dari umat ini bisa menjadi baik kecuali dengan alquran dan assunnah ?! Mereka menjadi umat terbaik dari umat ini, karena mereka benar-benar mempelajari, mentadaburi, dan mewujudkan apa yang ada di dalam alquran dan assunnah.  Maka mentadaburi makna yang terkandung dalam alquran dan assunnah adalah jalan untuk menuju perbaikan umat akhir zaman ini.

تركت  فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

“Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik)

Seseorang tidak akan mungkin bisa berpegang teguh dengan alquran dan hadits kecuali dengan memahami dan mentadabburi , hanya dangan itu semata seseorang bisa berpegang teguh, dan dengan keduanya agama islam ini bisa difahami dengan benar oleh pemeluknya. Rasulullah ‘alaihis shalatu was salaam bersabda :

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah inginkan untuknya kebaikan, maka Allah fahamkan dia agama”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Mentadabburi alquran adalah salah satu cara terbesar jalan untuk bisa memahami agama ini, dan termasuk cara jalan untuk mendapatkan pemahaman yang mampu membedakan antara al-haq dan al-bathil.

Diantara hal yang termasuk hajrul quran (meninggalkan Al-Quran) adalah meninggalkan dalam mentadabburinya. Ibnul Qoyyim mengatakan dalam kitabnya Al-Fawaid “diantara termasuk hajrul quran adalah tidak mentadaburi alquran juga tidak meminta kesembuhan dari penyakit kepada Allah dengannya”

Wahai kaum pecinta Al-Quran, kalau ingin menikmati dalam mentadabburi Al-Quran, hendaknya di dalam membaca Al-Quran baca dengan pelan-pelan jangan tergesa-gesa ! Bagaimana seseorang bisa mentadabburi alquran jika tujuan membacanya akhir dari suatu surat (tergesa-gesa).

Semoga penulis dan pembaca dijadikan termasuk para pecinta alquran yang senantiasa membacanya dengan mentadabburinya dan juga bisa mengamalkan alquran di dalam kesehariannya. Aamiin…

Semoga bermanfaat.

Referensi: Kitab Tsalaatsuuna Majlisan fit Tadabbur yang ditulis oleh kelompok anggota majlis tadabbur di kota Riyadh.

Ditulis Oleh: Muhammad Fathoni, B.A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here