Home Artikel Mencari Hidayah di Awal Tahun

Mencari Hidayah di Awal Tahun

99
0
campaign psb PPHQ 26-27

Apa yang menjadi kebutuhan pokok seorang muslim diawal tahun, pertengahan maupun akhir tahun sekalipun, seyogyanya kita mengetahui kebutuhan kita tersebut, karena kita sebagai seorang muslim ingin selmat di dunia maupun di akhirat, sehingga kebutuhan terpenting seorang muslim Adalah hidayah untuk mendapatkan keselamatan kita tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits qudsi:

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku beri kalian petunjuk.” (HR. Muslim no. 2577)

Dan pihak yang mampu memberikan hidayah kepada kita hanyalah Allah ﷻ sebagaimana firmannya :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Qaṣaṣ: 56)

Allah ta’aala menegaskan bahwa nabi Muhammad ﷺ seklipun tidak memiliki wewenang dalam maslah hidayah(taufiiq) sehingga satu-satunya jalan Adalah pemberian dari Allah ﷻ .

donatur-tetap

Pengertian Hidayah adalah petunjuk dari Allah yang mengantarkan seorang hamba kepada kebenaran, keimanan, dan ketaatan.

Para ulama menjelaskan bahwa hidayah terbagi menjadi:

Hidayah bayan wa irsyad (penjelasan dan pengarahan)

Hidayah taufiq (kemampuan untuk menerima dan mengamalkan kebenaran)

Diantara sebab datangnya hidayah dari Allah ta’aala Adalah :

  1. Ikhlas Mencari Kebenaran, Allah ﷻ berfirman :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”(QS. Al-‘Ankabut: 69)

Kesungguhan hati dan kejujuran dalam mencari kebenaran menjadi sebab utama Allah menurunkan hidayah.

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

مَنْ صَدَقَ اللَّهَ صَدَقَهُ اللَّهُ

“Barang siapa jujur kepada Allah, maka Allah akan jujur (memberinya pertolongan dan hidayah).” (Madarijus Salikin)

  1. Doa dan Ketergantungan kepada Allah, Allah ﷻ berfirman :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah: 6)

Ayat ini dibaca minimal 17 kali sehari, menunjukkan bahwa hidayah hanya dari Allah dan harus selalu diminta dan keseriusan dalm meminta harus selalu kita hadirkan Ketika kita membaca ayat tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi, shahih)

Sufyan ats-Tsauri رحمه الله berkata:

إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُسْلَبَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ

“Aku takut imanku dicabut ketika ajal datang.”

Ini menunjukkan pentingnya doa untuk menjaga dan menambah hidayah sampai datangnya kematian, sehingga kita membutuhkan hidayah disetiap kehidupan yang kita jalani.

  1. Mempelajari dan Mentadabburi Al-Qur’an Allah ﷻ berfirman :

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)

Dan juga Allah ﷻ berfirman :

قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ

“Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang jelas.” (QS. Al-Ma’idah: 15)

Alqur’an seluruhnya Adalah petunjuk dari Allah ﷻ untuk menjalani kehidupan ini, siapa yang berpegang dengannya Allah tuntun jalannya dengan hidayah.

  1. Taqwa dan Amal Shalih Allah ﷻ berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (pembeda antara hak dan batil).”

(QS. Al-Anfal: 29)

Furqan adalah cahaya hidayah yang membuat seseorang mampu membedakan kebenaran dari kesesatan.

  1. Menjauhi Dosa dan Maksiat Allah ﷻ berfirman :

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

“Ketika mereka menyimpang, Allah pun memalingkan hati mereka.” (QS. Ash-Shaff: 5)

Imam Malik رحمه الله berkata:

مَا فَسَدَ عِلْمُ أَحَدٍ إِلَّا بِذَنْبٍ

“Tidaklah rusak ilmu seseorang kecuali karena dosa.”

  1. Duduk Bersama Orang-Orang Shalih, Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ

“Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud, shahih)

Lingkungan shalih menjadi sebab kuat datang dan bertahannya hidayah.

Ditulis Oleh: Badruzzaman, Lc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here