Home Artikel Menysukuri Nikmat Kemerdekaan

Menysukuri Nikmat Kemerdekaan

658
0

Merdeka, merdeka dan merdeka, kalimat ini sering digaungkan ketika memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Yaitu tanggal 17 Agustus pada tiap tahunnya, semenjak tahun 1945 dimana itu adalah hari yang amat bersejarah bagi penduduk negeri Indonesia, hari dimana Indonesia merdeka dari penjajahan.

Namun jangan sampai terlena dan luput dari diri kita terutama kaum muslimin Indonesia untuk senantiasa mensyukuri nikmat kemerdekaan ini dan lepas dari penjajahan negara lain.

Saat negeri kita tidak lagi terjajah dan tersebar rasa aman, sungguh ini adalah nikmat yang sangat agung yang bahkan Sebagian kaum muslimin di belahan bumi lainnya sampai saat ini belum dapat merasakan rasa aman pada negeri mereka sendiri.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2346)

Selain itu rasa aman suatu negeri adalah hal yang sangat agung bahkan lebih penting dari kemakmuran rezeki suatu negeri, hal ini tersirat dari do’a Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang telah Allah Ta’ala abadikan dalam Al-Quran,

وَاِذۡ قَالَ اِبۡرٰهٖمُ رَبِّ اجۡعَلۡ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّارۡزُقۡ اَهۡلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنۡ اٰمَنَ مِنۡهُمۡ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ؕ ‏

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian” (QS. Al-Baqarah: 126)

Maka marilah kita syukuri kemerdekaan negara kit aini dan rasa aman yang ada di dalamnya, bukankah Allah Ta’ala berifirman,

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

Setelah kita sadar dan bersyukur akan nikmat kemerdekaan negara kita apakah semuanya berhenti di situ saja?

Tidalk, sekali kali tidak. Karena ada kemerdekaan yang hakiki dibandingkan kemeredekaan sebuah negeri kemerdekaan dari penjajahan hawa nafsu, dari penyembahan kepada selain Allah serta ketundukan pada selain Allah.

Hamba yang merdeka adalah hamba yang menghadapkan wajahnya kepada Allah semata. Kemerdekaan inilah yang akan membawa jiwa dan raganya kepada makna yang digariskan Allah dalam firman-Nya:

إياك نعبد و إياك نستعين

“Hanya kepada-Mu Kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan” (QS. Al-Fatihah: 5)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata

العُبُوْدِيَّةُ لله هِيَ حَقِيْقَة الحُرِّيَة، فَمَنْ لَمْ يَتَعَبد لَهُ، كَانَ عَابِدًا لِغَيْرِهِ

“Menjadi hamba Allah, itulah kemerdekaan yang hakiki, karena siapapun yang tidak menghamba kepada Allah, dia pasti menghamba kepada yang selain-Nya.” (Syarah Akidah Wasithiyyah hlm.365)

Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata, “Manusia jangan pernah mengklaim dirinya merdeka bila masih menggagungkan makhluk & meremehkan Allah. Dan jangan pernah menganggap dirinya merdeka jika belum mampu membebaskan dirinya dari segala penyimpangan dengan taubat, hati yang bergantung hanya kepada Allah, mampu meredam emosi dan mampu menahan nafsu.”

Semoga Allah jaga keamanan negeri Indonesia ini, dan kita dabat beibadah dengan ikhlah dan tulus kepada Allah Ta’ala semata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here