Home Artikel Mengenal Para Penulis Kutubus Sittah (Bag.2)

Mengenal Para Penulis Kutubus Sittah (Bag.2)

249
0

Masih dalam pembahasan pengenalan para penulis kutubus sittah, dan pada artikel kali ini kita akan membahas Imam At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majdah.

D. At-Tirmidzi

  1. Nama dan Nasab

Nama lengkap beliau adalah Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin Dhahhak as-Sulami at-Tirmidzi. Imam at-Tirmidzi lahir di penghujung tahun 210 H dan meninggal pada tanggal 13 Rajab di tahun 279 H (Faqih, 2018).

  1. Masa Kecil dan Belajar

Dikatakan bahwa beliau buta, namun sebagian ulama berselisih tentang tentang kebutaan Imam at-Tirmidzi ada yang mengatakan lahir dalam kondisi buta, namun pendapat yang benar beliau buta ketika memasuki usia dewasa tepatnya setelah perjalanan belajar hadis dan menulis kitab-kitab (asy-Syayi’, 2018). Beliau telah berpergian k eke berbagai kota dalam belajar hadis, seperti Khurasan, Bukhara, Samarqandi, Irad, Baghdad, Bashrah dan Makkah. Imam al-Bukhari berkata: “Manfaat yang aku dapat darinya lebih banyak disbanding manfaat yang ia dapat dari diriku”.

  1. Guru, Mujrid dan Karyanya
Guru Murid Karya Syarh Kitabnya
Imam al-Bukhari, Qutaibah bin Sa’id, Abu Ja’far Abdullah bin Mu’awiyah al-Jamhi al-bashri, Muhammad bin Mutsanna, Sufyan bin Waqi’ Muhammad bin Ahmad bin Mahbub al-Marwazy al-Mahbubi, al-Haitsam bin Kulaib bin asy-Syasyi, Al-Jami as-Sunan, Syamail an-Nabi, Tasmiyatu Ashab Rasulullah, al-Ilal al-Mufarrad, az-Zuhd, al-Asma wal Kuna, At Tarikh ‘Aridhatul Ahwadzi Syarh at-Tirmidzi karya Ibnul ‘Arabi al-Maliki, Tuhfatul Ahwadzi karya Muhammad al-Mubarakfuri

 

  1. Dua Guru dan Muridnya yang Terkenal

Diantara gurunya yang terkenal adalah Qutaibah bin Said lahir pada tahun 150 H dan meninggal pada tahun 240 H. Guru yang kedua adalah Imam al-Bukhari tentunya sudah mayrhur tentang beliau seorang ulama hadis yang lahir 194 H dan wafat pada tahun 265 H.

Adapun muridnya yang terkenal adalah Muhammad bin Ahmad al-Mahbubi inilah murid yang meriwayatkan kitab sunan at-Tirmidzi, beliau meninggal pada tahun 346 H. Murid yang kedua adalah al-Haitsam bin Kulaib asy-Syasi salah satu karyanya dalah al-Musnad al-Kabir beliau meninggal pada 335 H (adz-Dzahabi, 1991)

  1. Kitab Sunan at-Tirmidzi

Kitab sunan at-Tirmidzi ini berisikan 4300 hadis, dan yang menjadi keuggunlan dari kitab ini adalah adanya penjelasan hukum hadis baik itu shahih atau dhaif yang disertai dengan sebab keshahihan atau kedhaifannya (ash-shiddieqy, 2009)

E. Imam An-Nasai

  1. Nama dan Nasab

Nama lengkap beliau adalah Abu Abdirrahman Ahmad bin Syuaib bin Ali bin Sinan bin Bahr bin Dinar terkenal dengan nama an-Nasai. Beliau lahir pada tahun 215 H dan meninggal dunia pada hari senin 13 Safar tahun 303 H di Palestina.

  1. Masa Kecil dan Belajar

An-Nasai menuntut ilmu sejak dini, beliau belajar kepada Qutaibah bin Said sejak umur 15 tahun, setelah itu baru beliau bersafar ke berbagai tempat seperti Hijaz, Mesir, Iraq dan Syam. Adz-Dzahabi menerangkan bahwa tidak ada seorang pun yang paling hafal banyak hadis di penghujung abad 3 hijriyah selain an-Nasai (adz-Dzahabi, 1991).

  1. Guru, Murid dan Karyanya
Guru Murid Karya Syarh Kitabnya
Qutaibah bin Said, Ishaq bin Rahawaih, Abu Bakar Bandar Muhamad bin Basyar bin Utsman Al ‘Abdi Abu Ja’far at-Thohawi, Ahmad bin Muhammad bin Ishaq bin Ibrohim al Hasyimi (Ibnu Sunni), Sulaiman bin Ahmad at-Tabrani

 

As-Sunan al-Kubro, ad Dhu’afa, al-Kuna, al-Ighrob, al-Ikhwatu wal Akhwat, Musnad Ali, Gharaib az Zuhri Zahrur Ruba ala al-Mujtaba karya as-Suyuthi, Dzakhiratul ‘uqba fi Syarh al-Mujtaba karya Muhammad Adam al-Atsyubi

 

  1. Dua Guru dan Muridnya yang Terkenal

Diantara gurunya yang terkenal adalah Qutaibah bin Said lahir pada tahun 150 H dan meninggal pada tahun 240 H. yang kedua adalah Ishaq bin Rahawaih, nama lengkap beliau adalah Abu Ya’qub Ishaq bin Ibrahim bin Mukhallad al-Handhali lahir tahun 161 H dan meninggal pada tahun 238 H.

Adapun muridnya yang terkenal adalah Abu Jafar ath-Thahawi yang lahir pada tahun 238 H dan meninggal tahun 321 H dengan karyanya yang paling terkenal al-Aqidah ath-Thahawiyah. Kedua adalah at-Thabrani yang lahir pada tahun 260 H dan meninggal tahun 360 Hyang terkenal dengan karyanya al-Mu’jam al-Kabir (adz-Dzahabi, 1991).

  1. Kitab Sunan an-Nasai

Diantara keistimewaan kitab ini adalah penulis benar-benar mengumpulkan hadis-hadis yang bisa digunakan oleh pala ulama fikih dalam berbagai bab fiqih. Kitab ini berisikan 5761 hadis (ash-shiddieqy, 2009).

F. Imam Ibnu Majah 

  1. Nama dan Nasab

Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Yazid Ar Raba’i al-Qozwini. Abu Ya’la al-Qodhi berkata: “Ayahnya yang bernama asli Yazid sering dikenal dengan nama Majah maka dikenallah anaknya dengan nama Ibnu majah”. Ibnu Majah lahir pada tahun 209 H dan meninggal dunia pada hari senin tanggal 8 ramadhan tahun 275 H (asy-Syayi’ 2018).

  1. Masa Kecil dan Belajar

Ibnu Majah menekuni ilmu hadis sejak usia 15 tahun, karena bakat dan minatnya terhadap hadis sangat besar maka beliau berkelana ke berbagai negara untuk belajar hadis. Seperti ke Khurasan, Iraq, Mesir dan Syam. Peretemuan beliau dengan banyak ulama hadis menjadikan beliau mampu menghimpun dan menulis ribuan hadis (ash-shiddieqy, 2009).

  1. Guru, Murid dan Karyanya
Guru Murid Karya Syarh Kitabnya
Muhammad bin Ramh bin al-Muhajir bin at-Tujaibi al-Mishri, Muhammad bin Abdullah bin Namie al-Hamdani, Ibnu Abi Syaibah

 

Abu Thalib Ahmad bin Ruh al- Baghdadi, Abu Umar Ahmad bin Muhammad bin hakim Al madini, Abul Hasan Ali bin Ibrahim al-Qothan As-Sunan, at-Tafsir, at-Tarikh

 

Misbahul Zujajah karya as-suyuthi, Injahul Hajah karya Abdul Ghani al-hanafi, Syarh Sunan Ibnu Majah karya Hasyim Muhammad Ali Mahdi.

 

  1. Dua Guru dan Muridnya yang Terkenal

Guru yang terkenal adalah Abu Bakar bin Abi Syaibah pengarang kitab Mushonnaf Ibn Abi Syaibah beliau lahir pada 159 H dan meninggal pada tahun 235 H (Faqih, 2018). Kedua adalah Muhammad bin Ramh at-Tujaibi lahir pada tahun 150 H dan meninggal pada tahun 242 H. an-Nasai berkata “ Ibnu Ramh tidak pernah salah dalam satu hadis pun”

Adapun Muridnya yang terkenal adalah Ali bin Ibrahim al-Qothan Selaku perawi kitab sunan Ibnu Majah beliau lahir tahun 254 H dan meninggal tahun 342 H (Faqih, 2018)

  1. Kitab Sunan Ibnu Majah

Kitab ini berisikan hadis-hadis tambahan dari kitab-kitab sebelumnya (al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai) oleh karenanya kitab ini diposisikan pada posisi keenam. Dlam kitab ini terdapat 4341 Hadis (Siregar, 2019)

KESIMPULAN

            Mempelajari biografi penulis kutubus sittah memiliki banyak sekali manfaat. Kita dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hudup mereka dalam mempelajari hadis sampai mereka mampu mengumpulkan dan menuliskan hadis. Selain itu bagi siapa saja yang mempelajari biografi mereke maka ia akan mendapati bahwa setiap kitab dari kutubu sittah memiliki keunggulannya masing-masing. Hal ini akan mempermudah penuntut ilmu dalam mencari atau mempelajari hadis yang sesuai tema yang diinginkan.

Dari kajian ini pun dapat kita ambil faidah tentang adanya 10 ulama hadis yang mana seluruh ashab kutubus sittah mengambil hadis dari mereka, yaitu Muhammad bin Basyar, Muhammad bin Mutsanna, Ziyad bin Yahya, Muhammad bin Ala’, Abbas al-Anbari, Abu Said al-Kindi, Amr bin Ali Ash-Shairufi,Ya’qub ad-Dauraqi, Muhammad bin Ma’mar, Nashr bin Ali al-Jahdzami (at-Thayyar dkk, 2018).

Daftar Pustaka

  • Abu Dawud (2008) Sunan Abi Dawud. Riyadh: Darussalam lin Nasyri wat Tauzi’.
  • adz-Dzahabi (1991) Siyar A’lam an-Nubala. Bairut: Muasasah ar-Risalah
  • al-‘Asqalani (2008) Tahdzib al-Kamal. Bairut: Muassasah ar-Risalah
  • al-‘Asqalani (2008) Tahdzib at-Tahdzib. Bairut: Muassasah ar-Risalah
  • al-Bukhari (2017) Shahih al-Jami. Bairut: Muasasah ar-Risalah Nasyirun.
  • an-Nawawi (2016) al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj. Bairut: Dar al-Ma’rifah.
  • ash-shiddieqy (2009) Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Pustaka Rizki Putra
  • asy-Syayi’. A. A. (2018) al-Kutub as-Sittah wa asy-haru Syuruhiha wa Hawasyiha. Bairut: Dar
  • Qurtubah
  • at-Tirmidzi (1999) Jamil at-Tirmidzi. Riyadh: Darussalam lin Nasyri wat Tauzi’.
  • at-Thahan (2004) Taisir Musthalah al-Hadits. Riyadh: Maktabah al-Ma’arif.
  • at-Thayyar, I. & Hasan, Y. (2018) Takhrij Shahih al-Bukhari. Bairut: Muasasah ar-Risalah
  • Nasyirun.
  • Bistara. R. (2020) Perkembangan Ilmu Hadis Periode Keempat Dan Kelima. Kaca Jurnal Dialogis
  • Ilmu Ushuluddin Vol. 10, 76-86.
  • Faqih. H. A. (2018) al-Madkhal fi Tarikh as-Sunnah. KSA: Universitas Islam Madinah.
  • Ibnu Majah (2009) Sunan Ibnu Majah. Riyadh: Darussalam lin Nasyri wat Tauzi’.
  • Ibnu Said, Thabaqat al-Kubra shamela
  • Ibnu Shalah (2009) Ulumul Hadist. Bairut: Darul fikr
  • Ibnu Thahir (2016) Syuruth al-Aimmah as-Sittah. Madinah: an-Nasyir al-Mutamayiz.
  • Ramadhan. Y. L. (2023) Efektivitas pembelajaran Kutubus Sittah Terhadap Pemahaman Hadits
  • Shahih Bagi Santri Darus Sunnah Ciputat. Adiba Journal of Education Vol .3, 212-222.
  • Siregar. N. (2019) Kitab Ibnu Majah. Hikmah Journal of Islamic Studies Vol. 16,  59-66.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here