Search
Wednesday 24 October 2018
  • :
  • :

Tahanlah Amarahmu, Pilihlah Bidadarimu

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Source : unplash_Diego Botero

Bismillah..

Marah adalah suatu sifat yang sudah menjadi fitrah dalam diri manusia, dengan sifat ini terkadang sebuah hubungan menjadi retak dan pecah bak gelas kaca yang pecah dan tak mungkin untuk disatukannya lagi atau dapat disatukan namun tak kembali indah.

Maka dari itu agama islam datang dan memberikan arahan dan tuntunan, bagaimakah sikap seorang muslim ketika marah menghampiri dirinya. Sehingga tidak merusak kehidupan seseorang yang kadang membuat diri menyesal berkepanjangan. Padahal sungguh bagi orang-orang yang mampu fan senantiasa menjaga amarahnya niscaya akan Allah berikan balasan yang indah kelak di hari akhir.

Dari Muadz bin Anas Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud)

Dalam hadits yang lain Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam manjelaskan bahwa orang yang mampu menahan dan menjaga amarahnya maka Allah akan karuniakan baginya surga, Nabi bersabda:

لَاتَغْضَب وَلَكَ الجَنَّة

“Janganlah kau marah, niscaya surga bagimu.” (HR. Thabrani)

Selain itu orang yang senantiasa menjaga amarahnya adalah ciri orang yang bertaqwa, sebagaimana telah Allah jelaskan dalam firman-Nya :

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”

(QS. Ali Imran : 133-134)

Semoga Allah jadikan kita sebagai hamba-hamba yang mampu menahan amarah dengan mengharap ridha-Nya.

________

Referensi :

– Al Mahfudz Al Mukhtar min Kutub Al Aimmah Al Abror

***

Ditulis oleh : Muhammad Fatwa Hamidan

Info Haji dan Umroh:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta. Saat ini sedang menempuh study di Universitas Islam Madinah, Fakultas Syariah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *