Search
Friday 19 July 2019
  • :
  • :

Serial Ahli Qiroat #6 : Qolun, Pemuda Romawi Bersemangat Tinggi

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

biografi imam qolun

“Aku tidak tahu dengan pasti, akan tetapi sudah 20 tahun aku talaqqi kepadanya semenjak menyelesaikan hafalan Al-Quran”

Ungkapan diatas merupakan jawaban Imam Qolun saat seseorang bertanya kepadanya tentang berapa kali beliau khatamkan Al-Quran dihadapan Imam Nafi’ rohimahumulloh. Ya, 20 tahun tentu bukan waktu yang sebentar, butuh semangat tinggi untuk tetap istiqomah.Kesungguhan tersebut membuahkan hasil, beliau akhirnya menjadi salah satu dari 2 Rowi Imam Nafi’ yang paling masyhur.

Qori yang sekaligus ahli dalam ilmu nahwu ini lahir pada tahun 120 hijriyah di masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik. Nama lengkap beliau adalah Abu Musa ‘Isa bin Mina bin Wardan bin Isa bin Abdus Shomad bin Umar bin Abdulloh Az Zarqi.

Julukan Qolun sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Romawi yang  berarti sesuatu yang bagus. Julukan tersebut diberikan oleh Imam Nafi’ karena takjub akan bacaan Al-Quran beliau yang begitu baik.

Adapun alasan mengapa beliau dijuluki dengan nama berbahasa Romawi ialah karena beliau merupakan keturunan bangsa Romawi. Diceritakan bahwa kakek buyutnya dahulu merupakan salah satu tawanan perang dari Romawi pada masa kekhalifahan Umar bin Khottob rodhiyallohu ‘anhu.

Semangat beliau dalam mempelajari Al-Quran dari Imam Nafi’ yang juga merupakan ayah tirinya bisa diacungi jempol. Tak kurang dari 20 tahun beliau habiskan untuk duduk menjadi murid dari sang manusia kasturi ini. Hingga suatu ketikan Imam Nafi’ berkata kepadanya :

“Mau sampai kapan engkau talaqqi kepadaku? Duduklah di salah satu tiang dan akan kukirimkan beberapa murid untuk talaqqi kepadamu”

Satu hal yang menarik dari Qolun adalah keadaan pendengarannya. Abu Muhammad Al Baghdadi rohimahulloh pernah menceritakan bahwasanya Qolun memiliki pendengaran yang buruk sampai-sampai tak bisa mendengar terompet yang notabene bersuara keras. Namun ajaibnya -dengan izin Allah- beliau sanggup untuk mendengarkan bacaan Al-Quran. Sebagian orang mengatakan bahwa Qolun tidak mendengarkannya akan tetapi memperhatikan gerakan bibir seseorang yang membaca Al-Quran sehingga beliau bisa mengetahui kesalahan bacaan dan membenarkannya.

Diantara murid beliau yang paling masyhur adalah dua putra beliau yaitu Ahmad dan Ibrohim. Selain mereka berdua terdapat pula jajaran para ulama yang pernah berguru kepadanya, seperti Ahmad bin Yazid Al Hulwani, Abu Nasyit Muhammad bin Harun dan Ahmad bin Sholih Al Mishri.

Beliau meninggal pada tahun 220 hijriah di masa kekhalifahan Al Ma`mun.

Referensi :

Ma’rifatul Qurro` Al Kibar, Imam Adz Dzahabi

Ghoyatun Nihayah, Ibnul Jazari

Tarikh Al Qurro` Al ‘Asyaroh, Abdul Fattah Al Qodhi

 

Ditulis oleh : Afit Iqwanudin, A.Md, Lc

(Alumni PP Hamalatulqur’an Yogyakarta, Mahasiswa Pascasarjana jurusan Ilmu Qiro’at, Fakultas Qur’an di Universitas Islam Madinah KSA)

Peluang Amal Jariyah:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *