Home Artikel Alquran Serial Ahli Qiroat #13: Imam As-Susi

Serial Ahli Qiroat #13: Imam As-Susi

793
0

Beliau bernama lengkap Abu Syu’aib Sholih bin Ziyad bin Abdillah bin Ismail Ar-Rusti As-Susi rohimahulloh. Seorang ulama qiroat yang lahir pada tahun 170-an hijriyah. Adapun maksud dari julukan “As-Susi” sendiri merujuk pada kampung halaman beliau yang bernama Shush, sebuah daerah yang terletak di kota Khuzistan, Iran.

Kota kelahiran beliau ini sendiri cukup dikenal lantaran di dalamnya terdapat makam salah satu dari Nabi yang Allah subhanahu wata’ala utus kepada Bani Isroil. Nabi tersebut bernama Daniel, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Katsir rohimahulloh dalam salah satu kitabnya.

Selain itu, para ahli sejarah menggambarkan bahwa daerah tersebut memiliki iklim yang indah. Banyak sungai mengalir serta perkebunan yang terbentang dengan amat menawan. Kapas dan kain sutra merupakan produksi utama para penduduk wilayah tersebut.

Fakta diatas menunjukkan bahwa Imam As-Susi rohimahulloh lahir dan tumbuh di daerah yang cukup subur dan indah. Meskipun demikian, hal tersebut tak lantas membuat beliau tenggelam dalam kenikmatan dunia. Beliau justru memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu agama hingga mampu menggabungkan dua disiplin ilmu yang cukup sulit, ilmu qiroat dan hadits.

Beliau mempelajari Al-Quran dari Abu Muhammad Yahya bin Al-Mubarok Al-Yazidi yang merupakan murid langsung dari Imam Abu ‘Amr Al-Bashri. Dari sini nampak jelas bahwa penghubung antara Imam As-Susi dengan qiroat Abu ‘Amr Al-Bashri adalah Yahya Al-Yazidi tersebut. Sejarah mencatat bahwa para ulama qiroat nantinya memilih Imam As-Susi sebagai rowi kedua setelah Imam Ad-Duri untuk Qiroat Abu ‘Amr Al-Bashri.

Imam As-Susi rohimahulloh memiliki cukup banyak murid talaqqi Al-Quran, diantara mereka adalah putra beliau sendiri yang bernama Abu Al-Ma’shum Muhammad. Selain itu terdapat pula Imam An-Nasai, Musa bin Jarir An Nahwi, Abu Ali Al-Harroni rohimahumulloh dan masih banyak lagi.

Kedudukan Beliau di Mata Ahli Hadits
Diantara guru beliau dalam ilmu hadits adalah Sufyan bin ‘Uyainah, Hammad bin Salamah dan Yahya bin Sa’id Al-‘Aththor rohimahumulloh. Adapun diantara ahli hadits yang meriwayatkan hadits dari beliau adalah Abu Hatim Ar-Rozi, Abu Bakar bin Abi ‘Ashim dan Abu ‘Arubah Al-Harroni rohimahumulloh.

Imam An-Nasai rohimahulloh memasukkan beliau kedalam jajaran ulama yang tsiqoh dalam masalah hadits, pun begitu dengan Ibnu Hibban rohimahulloh, sebab beliau mencantumkan nama Imam As-Susi kedalam kitab beliau yang bernama Ats-Tsiqot. Sedangkan Abu Hatim Ar-Rozi rohimahulloh mensifati beliau dengan shoduq yang merupakan kedudukan dibawah derajat tsiqot.

Beliau rohimahulloh wafat pada bulan Muharrom tahun 261 H.

Semoga Allah subhanahu wata’ala menjadikan kita termasuk dari ahli quran, Amiin.

Referensi:

Ma’rifat al-Qurro, Adz-Dzahabi
– Al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibnu Katsir
– Ghoyah an-Nihayah, Ibnul Jazari

***

Ditulis oleh: Afit Iqwanuddin, Lc.
(Alumni Ponpes Hamalatul Quran dan mahasiswa pascasarjana jurusan Ilmu Qiraat, Fakultas Al Quran, Universitas Islam Madinah)

Artikel: www.HamalatulQuran.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here