Search
Friday 15 November 2019
  • :
  • :

Serial Ahli Qiroat #11 : Abu ‘Amr Al Bashri, Ulama dengan Segudang Guru Talaqqi

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Abu 'Amr Al Bashri

via @unsplash

Ketika ditanya kapan waktu terbaik bagi seseorang untuk menuntut ilmu, Abu ‘Amr Al Bashri rohimahulloh menjawab dengan tegas, “Selama hayat masih dikandung badan”. Ya, bagi seorang ulama maka tidak ada waktu pensiun dalam hal menuntut ilmu. Selama jantung masih berdetak maka perjalanan menuntut ilmu belum berakhir. Pendirian seperti inilah yang nantinya mendorong Abu ‘Amr Al Bashri untuk senantiasa menimba ilmu selama hidupnya. Tak heran jika beliau didapuk menjadi orang yang paling banyak memiliki guru talaqqi dari kalangan Qurro’ Sab’ah.

Nama lengkap beliau adalah Zabban bin Al ‘Ala bin ‘Ammar Al Mazini Al Bashri rohimahulloh. Satu fakta penting ialah bahwa nasab beliau sampai kepada ‘Adnan yang juga merupakan kakek buyut Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa kun-yah beliau sekaligus merupakan nama asli beliau, yaitu Abu ‘Amr. Terjadinya perbedaan seputar nama asli beliau dikarenakan kewibawaan beliau yang amat besar hingga membuat orang segan untuk menanyakan nama asli beliau.

Selain piawai dalam bidang ilmu Qiroat, ulama kelahiran 68 Hijriyah ini juga menguasai dengan amat baik berbagai ilmu lainnya, seperti ilmu Fiqh, Nahwu, Syair dan sebagainya. Tak heran jika berbagai pujian meluncur dari para ulama.

Ibnu Katsir rohimahulloh pernah berkata: “Abu ‘Amr adalah seorang ulama besar di zamannya dalam bidang Qiroat, Nahwu dan Fiqh”

Yunus bin Habib rohimahulloh pernah menuturkan sebuah pujian kepada beliau : “Kalau seandainya ada seseorang yang pantas untuk diambil pendapatnya dalam segala hal, maka orang tersebut adalah Abu ‘Amr”.

Dikisahkan bahwa ulama yang masuk kedalam generasi tabi’in ini cukup gemar menuliskan syair-syar arab, bahkan tulisan beliau sampai memenuhi rumah. Hingga suatu hari beliau akhirnya membakar seluruh kertas tersebut agar bisa memfokukan diri beribadah kepada Allah ta’ala. Setelah itu beliau memiliki target untuk bisa khatam Al-Quran setiap 3 hari. Ini merupakan bukti nyata kecintaan beliau terhadap Al-Quran.

Diantara guru talaqqi beliau adalah Al Hasan Al Bashri, Al A’roj, Abul ‘Aliyah, Syaibah bin Nashoh, ‘Ashim, Ibnu Katsir, Mujahid bin Jabr rohimahumulloh dan masih banyak lagi.

Adapun jumlah murid talaqqi beliau juga tak kalah banyaknya, setidaknya tak kurang dari 58 orang yang dituliskan oleh para ulama dalam kitab mereka, ingat bahwa jumlah tersebut hanya mereka yang sempat dituliskan, sedang yg tidak tercatat tak terhitung jumlahnya. Diantara mereka adalah : Abdulloh bin Mubarok, Yahya bin Mubarok Al Yazidi dan Yunus bin Habib.

Adapun murid beliau dalam bidang ilmu yang lain juga cukup banyak, seperti Al Ashma’i yang berguru kepada beliau sekitar 10 tahun, Kholil bin Ahmad Al Farohidi dan Mu’adz bin Muslim.

Beliau wafat pada tahun 154 Hijryah di kota Kufah. Abu ‘Amr Ad Dani rohimahulloh pernah berkata : “Beliau lahir di kota Makkah, tumbuh d Bashroh dan wafat di Kufah”

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita untuk menjadi para penjaga kitabNya, amiin.

Referensi :

Ma’rifatul Qurro` Al Kibar, Imam Adz Dzahabi

Ghoyah An Nihayah, Ibnul Jazari

Tarikh Al Qurro` Al ‘Asyaroh, Abdul Fattah Al Qodhi

Al Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Alumni PP Hamalatulqur’an Yogyakarta, Mahasiswa Pascasarjana jurusan Ilmu Qiro’at, Fakultas Qur’an di Universitas Islam Madinah KSA


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *