Search
Thursday 25 April 2019
  • :
  • :

Sabar Dalam Mencari dan Menyampaikan Ilmu

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Source by: unsplash.com

Bismillah..

Setiap urusan besar tidak dapat diraih kecuali dengan sabar. Perkara yang paling besar yang dengannya seseorang mampu menanggung beban barat dalam meraih cita-cita yang tinggi adalah mensabarkan jiwa dalam meraihnya. Oleh karena itu, sabar dan sungguh-sungguh diperintahkan, baik untuk meraih keimanan, ataupun untuk menyempurnakan keimanan tersebut.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا..

“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, dan sungguh-sungguhlah dalam bersabar.” (QS. Ali Imran: 200)

Dalam ayat lain Allah berfirman :

وَاصْبِرْ نَفْسَك مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya.” (QS. Al Kahfi: 28)

Yahya bin Abi Katsir dalam menafsirkan ayat ini berkata : “Ia adalah majlis-majlis fiqh.”

Maka datri itu tidak seorang pun dapat meraih ilmu melainkan dengan sabar, karena sabar adalah salah satu pondasi terkuat tuk meraih ilmu

Yahya bin Abi Katsir juga berkata :

لا يستطاع العلم براحة الجسم

“Ilmu tidak akan diraih dengan jasad yang kerap bersantai-santai.”

Dengan sabar, seseorang akan selamat dari buruknya kebodohan, dan dengannya pula kan ia dapatkan lezatnya ilmu.

Sabar dalam ilmu ada dua macam:

Pertama : sabar dalam mencari dan mempelajarinya.

Menghapal membutuhkan kesabaran. Memahami membutuhkan kesabaran. Menghadiri majelis-majelis ilmu membutuhkan kesabaran. Menjaga hak sang guru membutuhkan kesabaran.

Kedua : sabar dalam mengajarkan ilmu.

Duduk mengajarkan para murid membutuhkan kesabaran. Memahamkan mereka membutuhkan kesabaran. Menghadapi kesalahaan-kesalahan mereka membutuhkan kesabaran.

Diatas dua macam kesabaran ini, ilmu membutuhkan sabar dalam bersabar serta dalam keteguhan untuk menjalani keduanya.

لكل إلى شأو العلا وثبات *** ولكن عزيز في الرجال ثبات

“Setiap orang ingin sampai pada cita-citanya .. tapi sedikit diantara para lelaki yang teguh.”

_____

Referensi:

– Ta’dzim Al Ilmi,  karya Syaikh Shaleh bin Abdillah Al ‘Ushaimy hafidzahullah

****
Ditulis oleh : Muhammad Fatwa Hamidan
(mahasiswa Universitas Islam Madinah, alumni PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

Hamalatulquran.com

Peluang Amal Jariyah:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta. Saat ini sedang menempuh study di Universitas Islam Madinah, Fakultas Syariah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *