Search
Tuesday 11 December 2018
  • :
  • :

Refleksi Umrah #2 : Sahabat yang Baik

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Ilustrasi : Payung-payung masjid Nabawi di Madinah An Nabawiyah.

Bismillah..

Diantara nikmat yang kita dapatkan dari perjalanan umrah, adalah dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang baik. Umrah sendiri sudah nikmat, apalagi ditambah dapat sahabat-sahabat yang baik.

Mereka adalah sahabat yang membantu kita dalam takwa. Sahabat yang bersama menggandeng tangan kita menuju surga Allah.

Nanti malam ke roudoh yuk..” 

“Besuk pagi kita sholat duha di masjid Nabawi yuk.”

“Ayo banguun kita tahajud di Masjidil Harom…”

“Towaf sunah lagi ayoo…”

“Malam ini biar bisa sholat deket Ka’bah, kita bangun mruput ya.. pasang alarm.”

Sahabat-sahabat seperjuangan berjalan dalam takwa. Kenangan manis saat di tanah suci, begitu indah dikenang. Berjalan bersama menuju roudoh, ziarah ke makam Rasul dan pada sahabat, bersama towaf mengelilingi baitullah dan sa’i. Bersama tadarus Alquran di Masjidil haram..

Memandang mereka saja, muncul semangat ibadah.

Tak berlebihan bila Nabi shalallahu’alaihi wa sallam menyebutnya,

أوثق عرى الإيمان الحب في الله والبغض في الله

“ikatan iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Ahmad)

Pengaruh Baik

Pengaruh baik kita dapatkan.

Mau tak mau, sadar tidak sadar, kita akan terbawa arus baik, dari sahabat yang baik. Demikian pula sahabat yang buruk, sadar tidak sadar, enggan tidak enggan pasti kita  mendapatkan pengaruh buruknya.

Nabi permisalkan sahabat itu seperti penjual minyak wangi.. Bersahabat dg penjual minyak wangi, sadar tdk sadar akan mndpt wewangian minyak wangi.

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam berpesan,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi.

Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya.

Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

(HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Syafa’at

Bahkan, tak hanya bahagia dunia yang kita dapatkan. Sampai di akhiratpun, ketulusan persahabatan ini akan kita rasakan, di saat kondisi genting di hari kiamat nanti..

Mereka dapat memberi kita Syafa’at.

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat jenis ini di hari kiamat,

حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم..

Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat.

Mereka memohon, ” Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji…”

Dijawab, ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.”

  (HR. Muslim)

Rupanya kenangan indah persahabatan karena Allah, akan terkenang sampai ke akhirat kelak.

Tak berlebihan jika Imam Ibnul Jauzi rahimahullah pernah berpesan kepada sahabat-sahabat beliau,

إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك

”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan, “Ya Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”

Kemudian beliau menangis….

Hasan Al- Bashri menasehatkan,

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafa’at pada hari klamat.”

***

Senja gerimis di Jogja Tercinta, 8 November 2018

Oleh : Ahmad Anshori

(Pembimbing biro haji dan umrah Nur Ramadhan Wisata)

Hamalatulquran.com

Info Haji dan Umroh:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Pengajar Ushul Fikih di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran, menyelesaikan studi Syariah di Universitas Islam Madinah. Selain menjadi Pimred Hamalatulquran.com juga kontributor di muslim.or.id dan konsultasisyariah.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *