Search
Sunday 15 September 2019
  • :
  • :

Rahasia Dibalik Hilangnya Huruf Wawu (و)

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Bismillah..

Tahukah Anda bahwa jika pada sebagian kata dalam Al Qur’an ditulis dengan tambahan huruf wawu (و), seperti أولئك. Namun ternyata ada juga kata dalam Al Qur’an yang justeru ditulis dengan menghilangkan huruf ini. Apa rahasianya? Simak ulasannya di bawah ini.

Sahabat Hamalatulquran.com yang dimuliakan Allah…

Huruf (و) dalam mushaf Al-Quran hilang pada beberapa kalimat, yaitu :

1. Lafadz (يدعو) pada surat Al Isro’ ayat 11

(وَیَدۡعُ ٱلۡإِنسَـٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَاۤءَهُۥ بِٱلۡخَیۡرِۖ وَكَانَ ٱلۡإِنسَـٰنُ عَجُولࣰا)

2. Lafadz (يدعو) pada surat Al Qomar ayat 6

(فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡۘ یَوۡمَ یَدۡعُ ٱلدَّاعِ إِلَىٰ شَیۡءࣲ نُّكُرٍ)

3. Lafadz (سندعو) pada surat Al ‘Alaq ayat 18

(سَنَدۡعُ ٱلزَّبَانِیَةَ)

4. Lafadz (يمحو) pada surat Asy Syuro ayat 24

( وَیَمۡحُ ٱللَّهُ ٱلۡبَـٰطِلَ وَیُحِقُّ ٱلۡحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦۤۚ)

Seluruh lafadz tersebut dalam rosm imlai akan ditulis dengan adanya huruf (و), akan tetapi huruf tersebut hilang dalam rosm Utsmani.

Mengapa?

Alasan Pertama :
Alasannya ialah karena huruf (و) tidak diucapkan saat kita membacanya, sehingga secara lafadz ia hilang karena ada 2 sukun yang bertemu . Oleh sebab itu, ia dihilangkan dalam tulisan (rosm Utsmani) sebagaimana ia hilang dalam pengucapan.

Alasan Kedua :

Untuk menunjukkan sesuatu yang terjadi dengan amat cepat.

Pada ayat pertama Allah ta’ala gambarkan sifat manusia yang tergesa-gesa mendoakan keburukan saat ia marah.

Ayat kedua menunjukkan cepatnya ‘panggilan’ malaikat yang berupa tiupan sangkakala pada hari akhir nanti.

Ayat ketiga menunjukkan cepatnya jawaban Malaikat Zabaniyah tatkala diperintahkan oleh Allah ta’ala.

Adapun ayat keempat menunjukkan cepatnya sebuah kebatilan itu dihilangkan oleh Allah ta’ala.

Sedikit catatan :
Seluruh upaya dalam rangka mengungkap rahasia dibalik rosm Utsmani adalah ijtihad para ulama, sehingga mungkin antara satu ulama dan yang lain memiliki cara pandang yang berbeda.

wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat.

______

Referensi :
Al Itqon fi ulumil Quran, As Suyuthi
Dalil Al Hairon, Ibrohim Al Marighni

***

Ditulis oleh : Afit Iqwanudin, A.Md, Lc
(Alumni PP Hamalatulqur’an Yogyakarta, Mahasiswa Pascasarjana jurusan Ilmu Qiro’at, Fakultas Qur’an di Universitas Islam Madinah KSA)

Hamalatulquran.com


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *