Search
Tuesday 20 August 2019
  • :
  • :

Pelajaran dari Doa Nabi Ibrahim Bag.1

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Kaum muslimin rahimakumullah

Alhamdulillah kini kita telah memasuki awal bulan Dzulhijjah dan beberapa hari kedepan insyaAllah kita akan berjumpa dengan hari raya Idul Adha. Suatu hari yang mengingatkan kita akan keteladanan Abul Anbiya (ayah para Nabi) Ibrahim ‘alaihis shalatu wassalam. Allah subhanahu wa ta’ala telah menceritakan berbagai hal tentang Nabi Ibrahim ‘alaihis salam di berbagai surat dan berbagai ayat dalam Al Quran, diantaranya adalah firman Allah ta’ala :

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِير

 

Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini aman dan berikanlah rizki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, Dia (Allah) berfirman: “Dan kepada orang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia ke dalam adzab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Baqarah : 126)

 

Pentingnya Doa

Dalam ayat diatasa mengajarkan kepada kita bahwa setiap manusia pertu berdoa dan meminta kepada Allah ta’ala, maka do’a adalah kebutuhan setiap manusia meskipun betapa hebatnya dan betapa tingginya kedudukannya disisi Alla ta’ala, Sampai-sampai para Nabi pun berdoa kepada Allah ta’ala, mereka berhajat dan membutuhkan  ibadah berupa do’a kepada Allah ta’ala.

Maka jika Nabi berdoa kepada Allah ta’ala lantas bagaimana dengan kita ? tentunya kita lebih dituntut untuk berdoa dan merendahkan diri, memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala akan berbagai kebutuhan dan hajat-hajat kita.

Hal ini pun menunjukkan bahwa doa dalah suatu hal yang bermanfaat, seandainya doa adalah suatu hal yangtidak bermanfaat sebagaimana anggapan sebagian orang yang berkata “Allah telah mengetahui apa yang kita inginkan lalu untuk apa kita berdoa?” Maka kita katakana kepada mereka bahwa doa adalah suatu hal yang bermanfaat oleh karena itu Allah ta’ala memerintahkannya dan para Nabi pun melakukannya, yang mana hal ini menunjukkan bahwa doa dalah suatu hal yang bermanfaat untuk mewujutkan harapan, asa dan hajat-hajat yang dibutuhkan seorang hamba. Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ

“Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya disisi Allah ta’ala selain doa.” (HR. Tirmidzi)

 

Nikmat Rasa Aman dan Rizki

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ

Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini aman dan berikanlah rizki berupa buah-buahan kepada penduduknya.”

Dalam ayat ini doa yang diminta pertama kali Nabi Ibrahim ‘alaihis salam adalam rasa aman baru setelah itu kesejahteraan ekonomi, maka hal ini menunjukkan bahwasanya nikmat rasa aman adalah hal yang sangat penting, dan pula nikmat rasa aman itu lebih didahulukan dibandingkan nikmat kesejahteran ekonomi, karena saan masyarakat memiliki ekonomi yang baik dan sejah tera dan hidup dalam kemakmuran namun hatinya penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan maka itu semua tidaklah bermanfaat. Maka dari itu Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِناً فِيْ سِرْبِهِ ، مُعَافى فِيْ جَسَدِهِ ، عِنْدَهُ قُوْت يَوْمه ، فَكَأَنّمَاَ حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kalian masuk pada waktu pagi dalam keadaan aman pada keluarganya, sehat badannya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits diatas yang pertama kali Nabi shalallahu alaihi wa sallam sebut adalah rasa aman kemudian kesehatan badan baru setelah itu terpenuhinya ekonomi, maka hal ini menunjukkan pentingnya rasa aman, oelh karena itu kita wajib bersyukur kepada Allah ta’ala dimana negeri kita secara umum adalah negeri yang aman, kita merasa aman dan tidak dirundung ketakutan lain halnya denganbanyak dari saudara-saudara kita yang di Suriah, Palestina dan di tempat-tempat yang lain, mereka dirundung dengan ketakutan setiap saat mereka berada dalam keadaan was-was dan cemas.

Maka hendaknya kita manfaatkan nikmat ini untuk menambah ketaatan kita kepada Allah ta’ala, selain itu hendaknya kita menjadi seorang yang berhati-hati dan waspada jangan sampai kita melakukan hal-hal yang menyebabkan rusaknya keamanan, Karena rasa aman adalah hal yang sangat penting dan sangat berharga bahkan lebih berharga dari

 

Nimat Dunia itu Sementara dan Tidak Menjadi Tolak Ukur Kebaikan

Dalam ayat diatas pun Allah ta’ala menyampaikan kepada kita bahwa rizki duniawi seperti makanan, minuman, bernafas, kesehatan dan lainnya akan Allah berikan kepada setiap orang baik yang beriman ataupun yang tidak beriman, sebagaimana Allah berfirman:

قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا

“Dia (Allah) berfirman: “Dan kepada orang kafir pun Aku beri kesenangan sementara”

Maka dari itu kesenangan duniawi sejatinya bukanlah tolak ukur bahwa seseorang itu dicintai oleh Allah ta’ala ataukah tidak, karena Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam pun pernah bersabda:

إنَّ اللهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ ، وَلاَ يُعْطِي الدِّيْن إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ

“Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cintai maupun tidak. Dan tidak memberikan Agama kecuali kepada orang yang Dia cintai.” (HR. Ahmad)

Dalam ayat diatas pun dijelaskan bahwa sejatinya kehidupan dunia itu hanyalah sesaat dan sebentar saja, maka dari itu telah menjadi kewajiban kita bersama untuk memanfaatkan waktu yang sebentar ini untuk melakukan berbagai macam amal ibadah yang itu menjadi bekal bagi kita untuk mendekatkan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Wallahu ta’ala a’lam

 

***

Ditulis Oleh: Muhammad Fatwa Hamidan

Tulisan ini kami sadur dari video khutbah Idul Adha Ustadz Aris Munandar hafidzahullah di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta 4 tahun lalu dengan beberapa tambahan seperlunya, video lengkapnya Hamalah TV

 

 

 

 

 

 

 

 

Peluang Amal Jariyah:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta. Saat ini sedang menempuh study di Universitas Islam Madinah, Fakultas Syariah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *