MOS 2017 Dari Fiqih, Adab Sampai Survival Skills

Pesantren Tahfidz Yogyakarta ~ Hamalatul Quran, Sudah menjadi agenda tahunan bagi lembaga pendidikan untuk melaksanakan Masa Orientasi Siswa/Santri. Demikian halnya Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta menyelenggarakan MOS. Kegiatan MOS Pondok Pesantren Hamalatul Quran pada tahun dini bermuatan Pengenalan Pesantren, Fiqih Ibadah, Adab Penuntut Ilmu, Kiat Sukses Belajar dan Menghafal Al Quran. Untuk Pembelajaran yang menyenangkan Panitia MOS menyisipkan Game Edukasi dan Survival Skills.

Perkenalan Pondok dan Adab Menuntut Ilmu

Pada hari pertama Senin (17/7) Masa Orientasi Santri Pesantren Tahfidz Hamalatul Quran Yogyakarta, Mudhir Pondok memberikan materi pengenalan Pondok Pesantren, para santri mendengarkan pemaparan mulai dari visi misi, sarana prasaran, pendidik dan tenaga pendidik di lingkungan pesantren juga keseharian santri Hamalatul Quran Yogyakarta.

Masih di hari yang sama, Ust Abu Huroroh Alumni Hamalatul Quran yang juga Mahasiswa S2 Jamiyah Islamiyah Madinah memberikan materi Adab Penuntut Ilmu.
Tips Sukses Belajar dan Fikih Thoharoh

Pada hari kedua, disampaikan kepada peserta MOS mengenai Kiat-kiat sukses belajar oleh Ust Imam Nooryanto, M.Pd. Para santri mendapatkan pengalaman yang berharga tentang bagaiaman sukses belajar di pondok pesantren oleh Ust Imam yang sudah belasan tahun menjadi kepala di banyak madrasah DIY.

Usai materi itu Parasantri mendapat materi Fikih Thoharoh, oleh Ust Rijalul Haq, ustadz muda alumni Hamalatul Quran yang lulusan Al Azhar Mesir. Toharoh tidak bisa lepas dari kegiatan seorang muslim kususnya santri, sehingga materi ini sangatlah penting.
Praktek Shalat Sesuai Sunnah dan Pengenalan Reptil

Di hari ketiga materi yang juga sangat penting yakni Praktek Shalat Sesuai Sunnah materi ini disampaikan oleh Ust Ahmad Anshori. Parasantri mendapatkan materi fikih Shalat yang sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.

Di hari ketiga ini para santri fokus mempelajari praktik Solat. Sama dengan hari sebelumnya dan hari setelahnya, di sore hari para santri Game Education. Namun khusus di sore hari rabu materi edukasi diisi dengan pengenalan berbagaimacam reptil, perilakunya dan penanganannya jika mengganggu manusia. Tentu saja kegiatan ini didampingi oleh ahli.
Tauhid dan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD)

Pada Kamis (20/7) Parasantri mendapat materi pokok yakni cara menghafal Al Quran yang baik. Materi ini disampaikan oleh Ust Malki Hakim. Ust Malki Hakim ialah salah seorang pengajar yang sudah mendapatkan sanad, yang beberapa waktu yang lalu diberitakan di web ini/ fanspage pesantren.

Usai materi itu, di sore hari Tim dari PMI Bantul memberikan materi B-GELS atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) adalah serangkaian usaha-usaha pertama yang dapat dilakukan pada kondisi gawat darurat, misal kecelakaan dan penanganan pertamanya agar tidak semakin parah.
Adab-adab Makan, berpakaian dan Fire Fighter

Dihari terakhir Sabtu (21/7) sebelum penutupan di hari Ahad. Parasantri mendapat materi adab makan oleh Ust Yusuf Affandi Alumni Hamalatul Quran yang sedang menyelesaikan studi di UIM.

Setelah materi adab makan, dilanjut materi adab berpakaian. Selain mendapat materi bagaimana cara berpakaian oleh Ust Muhammad Reza, parasantri juga praktik sesuai dengan tutorial yang telah disampaikan oleh Ust Reza yang alumni UIM itu.

Di sore hari ujung dari kegiatan MOS di pesantren, parasantri mendapat materi yang mendebarkan namun juga seru. Yakni cara memadamkan api oleh tim Fire Fighter (Pemadam Kebakaran) Kab. Bantul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *