Search
Sunday 24 June 2018
  • :
  • :

Menyantap Takjil Dulu atau Sholat Maghrib Dulu?

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Bismillah….

Diantara sunah puasa, adalah menyegerakan buka saat matahari benar-benar telah terbenam. Berdasarkan hadis,

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Manusia senantiasa berada dalam kebaikan, selama menyegerakan  buka

(HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang puasa akan mendapatkan kualitas puasa lebih sempurna, saat dia memulai bukanya dengan beberapa butir kurma, jika tidak ada, berbuka dengan meneguk air putih, jika tidak ada berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu. Dengan seperti ini, dia telah meneladani sunah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam berbuka.

Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu mengkisahkan,

” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ، فَعَلَى تَمَرَاتٍ ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ “

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu biasa berbuka dengan beberapa butir ruthob (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthob maka dengan beberapa kurma masak, jika tidak ada juga maka meneguk beberapa tegukan air”.

(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Lalu menunda menyantap makanan berat sampai selesai sholat maghrib. Dengan demikian, dia dapat mengumpulkan tiga sunah sekaligus :

1. Sunah menyegerakan buka

2. Sunah berbuka dengan kurma dan air putih

3. Sunah sholat maghrib di awal waktu berjama’ah,

Adapun hadis,

لا صلاة بحضرة الطعام ، ولا وهو يدافعه الأخبثان

Tak ada sholat saat makanan telah terhidang, atau saat seorang menahan kentut dan kencing

(HR. Muslim)

Serta hadis, 

إذا حضر العشاء وأقيمت الصلاة فابدءوا بالعشاء

Jika hidangan makan malam telah disuguhkan sementara iqomah  isya telah dikumandangkan, maka mulailah dengan makan malam terlebih dahulu. (HR. Tirmidzi)

Dan hadis-hadis lain yang semakna, dalam Fatwa Lajnah Da-imah (jilid 9/32) dijelaskan maksudnya : untuk orang yang sudah dusuguhi makanan, maka disarankan untuk menyantap makanan terlebih dahulu sebelum sholat. Supaya dia dapat sholat dengan hati yang tidak disibukkan dengan hidangan makanan. Dia dapat sholat dengan hati yang khusyu’.

Namun, untuk yang belum disuguhi makanan tidak boleh meminta suguhan makanan, atau mendahulukan makan daripada sholat, jika hal tersebut dapat membuatnya terlewatkan sholat di awal waktu, atau bahkan tidak sholat berjama’ah.

Semoga Allah memberi taufik..

Salawat serta salam untuk Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau.

Sekian, wallahua’lam bis showab.

____

Ditulis oleh : Ahmad Anshori Lc

hamalatulquran.com


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Pengajar Ushul Fikih di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran, menyelesaikan studi Syariah di Universitas Islam Madinah. Selain menjadi Pimred Hamalatulquran.com juga kontributor di muslim.or.id dan konsultasisyariah.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *