Search
Monday 26 February 2018
  • :
  • :

Menghafal Al Quran Di tengah Kesibukan, Mungkinkah?

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Pertanyaan :

Assalamualaikum ustadz/ustadzah,.

Jadi saya ini ingin sekali menjadi penghafal al-qur`an,.Walaupun saya bukan sekolah tahfidz,tapi saya ingin memperdalam agama terutama menghafal al-quran,.Bagaimana caranya supaya saya bisa lebih cepat memahami sekaligus menghafal,.Terkadang juga karena tugas sekolah saya yang begitu banyak,sampai-sampai saya harus menunda hafalan sy.

Terimakasih

Wassalamualaikum wr.wb

Dari : Dela, dari Jakarta

Jawaban :

Waalaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh.

Alhamdulillah washolatu wassalam ‘ala rasulillah, waba’du. 

Menghafal Al Quran merupakan amalan yang mulia, segudang keutamaan telah dijelaskan oleh Allah ta’ala baik didalam Al Quran itu sendiri maupun melalui lisan Rasul-Nya Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Diantara keutamaan tersebut  ialah meraih predikat manusia terbaik, Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al quran dan mengajarkannya” (HR Al Bukhari)

Kebanyakan orang beranggapan bahwa menghafal Alquran merupakan hal yang amat sulit sehingga mereka berputus asa sebelum memulai, ibarat prajurit yang menyerah sebelum terjun ke medan perang.

Padahal Allah subhanahu wata’ala telah menjelaskan berulang-ulang didalam Al quran bahwasanya Dia telah memudahkan kitab-Nya untuk dihafal dan dipahami, Allah ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`ân untuk (menjadi) pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran? (QS Al Qomar : 17, 22, 32, 40 )

Didalam tafsir As Sa’di rahimahullah disebutkan, “Sungguh telah kami mudahkan al quran untuk dibaca dan dihafalkan lafadznya serta untuk dipahami maknanya.”

Diantara faktor yang cukup berpengaruh dalam proses menghafal al quran adalah lingkungan yang mendukung, pesantren misalnya, namun bukan berarti mustahil bagi orang yang mengenyam pendidikan diluar pesantren untuk menghafalkan al quran.

Satu pertanyaan yang perlu dijawab, “Maukah untuk memulainya?”

Disini akan kami paparkan beberapa saran yang insya Allah akan membantu dalam menghafal al quran ditengah rutinitas yang padat.

  1. Niat yang ikhlas karena Allah subhanahu wata’ala
  2. Perbanyaklah doa agar Allah memudahkan langkah anda dalam menghafal kitab-Nya serta mintalah kedua orang tua untuk mendukung dan mendoakan
  3. Luangkan waktu untuk al quran, bukan menunggu waktu luang. Ini hal penting yang harus dipahami, jadikan al quran sebagai prioritas, bukan sebaliknya. Berikan ia waktu khusus meskipun ditengah rutinitas yang padat. Beberapa waktu yang mungkin cocok untuk seorang pelajar ataupun yang lainnya :
  4. 10 menit sebelum dan sesudah melaksanakan sholat 5 waktu
  5. Antara Maghrib dan Isya
  6. Setelah sholat Isya
  7. Gunakan satu mushaf alias jangan biasakan bergonta-ganti mushaf
  8. Buatlah target harian, mulailah dengan target yang mudah, tidak muluk-muluk serta besar kemungkinan untuk dicapai, misalkan 1 sampai 5 ayat perhari. Jika sudah terbiasa dan merasa mudah, barulah tingkatkan target harian tersebut. Sebab, sesuatu yang sedikit namun konsisten jauh lebih baik daripada banyak namun tak menentu.
  9. Mulailah dari juz 30, dari surat An Nas, Al Falaq dan seterusnya
  10. Bacalah tafsir singkat pada ayat yang akan anda dihafal, hal ini akan membantu dalam menghafal sekaligus memahami. Diantara tafsir singkat nan mudah untuk dicerna ialah Tafsir Al Muyassar, dan alhamdulillah sudah tersedia dalam bahasa Indonesia
  11. Dengarkanlah murottal pada ayat yang akan dihafal sebelum mulai menghafalnya.
  12. Bacalah tiap ayat yang akan dihafal minimal 20 kali, lebih banyak tentu lebih baik
  13. Jangan sekali-kali berpindah ke ayat yang lain jika ayat yg sedang dihafal belum benar-benar lengket di kepala.
  14. Mintalah orang terdekat baik keluarga maupun teman untuk menyimak ayat atau surat yang sudah dihafal
  15. Saat memiliki waktu luang, seperti istirahat sekolah, menunggu guru masuk, menunggu di lampu merah, antrian dll, manfaatkanlah untuk mengulang-ulang apa yang sudah dihafal
  16. Gunakanlah hafalan yang dimiliki dalam sholat agar semakin lengket dan tak mudah hilang
  17. Buatlah target murojaah (mengulang hafalan) harian, ini sangatlah penting, sebab seringkali menjaga hafalan jauh lebih sulit daripada menghafalnya. Saran kami, untuk murojaah sebaiknya minimal sepersepuluh dari hafalan yang dimiliki, sehingga seluruh hafalan akan diulang tiap 10 hari
  18. Buatlah evaluasi mingguan dari kegiatan menghafal maupun murojaah. Diakhir tulisan kami lampirkan contoh sederhana lembar evaluasi hafalan dan murojaah agar target yang dibuat lebih mudah tercapai.
  19. Disaat rasa malas dan bosan melanda, bacalah kisah kegigihan para ulama dalam menghafal al quran serta mintalah nasihat dari orang tua ataupun guru agar semangat yang meredup kembali berkobar.

Catatan : Sesibuk apapun anda, usahakan untuk tetap konsisten dengan jadwal dan target yang dibuat. Ingatlah bahwa waktu yang anda berikan untuk al quran tidak akan sia-sia, serta yakinlah bahwa saat anda sibuk dengan firman-Nya niscaya Dia akan membantumu dalam urusan dunia.

Wallahu ‘alam bishowab.

Contoh Sederhana Lembar Evaluasi Perkembangan Hafalan (Silahkan dimodifikasi sesuai selera)

No Hari/Tgl Hafalan Baru Mengulang (Murojaah)
Nama Surat Jml Ayat Nama Surat Jml Ayat
1
2
3
4
5
6
7
Jumlah Hafalan 1 Minggu = Murojaah 1 Minggu =

***

Penulis : Afit Iqwanuddin

(Alumni PP Hamalatulqur’an Yogyakarta, yang saat ini sedang study S1 di Universitas Islam Madinah KSA, Fakultas Qur’an)

hamalatulquran.com


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *