Search
Monday 28 May 2018
  • :
  • :

Mengapa Riwayat Hafs Tersebar ke Penjuru Dunia?

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Bismillah…

Allah subhanahu wata’ala telah menjamin terjaganya Al Qur’an hingga hari kiamat kelak. Hal ini merupakan salah satu dari mukjizat alquran itu sendiri. Allah ta’ala berfirman,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al Hijr : 9)

Satu hal yang lebih menakjubkan ialah bahwa alquran terjaga dengan berbagai qiroat yang berbeda. Dimana  semua bacaan tersebut dahulu diajarkan oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam kepada para sahabatnya.

Salah satu bacaan qiroat yang tersebar dan paling banyak digunakan saat ini ialah riwayat hafsh dari jalur Imam ‘Ashim. Indonesia pun menjadi salah satu negara dimana kaum muslimin membaca alquran menggunakan riwayat ini. Bahkan, di dua kota suci umat islam hampir tiap masjid menggunakan bacaan riwayat ini, termasuk Masjidil Harom dan Masjid Nabawi tentunya.

Lantas apakah yang menyebabkan riwayat hafs begitu tersebar dan diterima dikalangan masyarakat?

Disini kami paparkan beberapa pendapat seputar faktor yang melatarbelakangi hal tersebut -tentunya setelah kehendak dari Allah subhanahu wata’ala-.

Pendapat yang Kurang Tepat

Sebagian orang berpendapat bahwa diantara sebab tersebabnya riwayat hafs adalah :

  1. Riwayat hafsh lebih kuat dan shohih dari sisi sanad. Pendapat ini tidaklah benar, pasalnya setiap qiroat dari qiroat ‘asyroh memiliki kedudukan sama dari segi kuatnya sanad.
  2. Riwayat hafs paling dekat dan mirip dengan dialek Bani Quraisy, dan Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam merupakan keturunan Quraisy. Hal ini kurang tepat. Sebab diantara ciri khas logat Quraisy adalah melafadzkan mim jam’ seperti pada kata (عليهم) “ ‘Alaihim ” dibaca menjadi “ ‘Alaihimuu ”, sedangkan hal tersebut tidak terdapat pada riwayat hafs.
  3. Riwayat hafs merupakan riwayat yang paling mudah untuk dilafadhkan. Pendapat ini pun kurang tepat. Sebab ada beberapa riwayat lain yang lebih mudah untuk dilafadzkan, seperti riwayat As Susi dari jalur Abu ‘Amr Al Bashri.     

Pendapat yang Tepat

Inilah beberapa pendapat yang – insyaAllah– lebih tepat seputar sebab tersebarnya riwayat hafs ke penjuru dunia :   

  1. Al quran pertama yang diterbitkan di Almania pada tahun 1106 Hijriyah dicetak menggunakan riwayat hafsh
  2. Imam Hafs melakukan safar dari Kufah ke berbagai negri sembari mengajarkan alquran disana, diantaranya ialah kota Baghdad dan Makkah
  3. Berdirinya Daulah Utsmaniyah menjadi salah satu faktor tersebarnya riwayat hafs, pasalnya mereka mengutus para Imam, Qodhi dan ahli alquran dari daulah ini guna mengajarkan al quran menggunakan riwayat hafs kepenjuru dunia. 

Mengapa riwayat Syu’bah dari jalur Imam ‘Ashim tidak tersebar?

Salah satu riwayat yang paling banyak kemiripan dengan riwayat hafs adalah riwayat syu’bah. Tak mengherankan memang, sebab keduanya merupakan murid dari Imam ‘Ashim.

Namun berbeda dengan riwayat hafs, riwayat syu’bah tidak banyak tersebar.

Mengapa?

Sebagian pakar ilmu qiroat menjelaskan, bahwa diantara sebab tersebut adalah, beliau berhenti dari mentalaqqi Alquran beberpa tahun sebelum wafat, serta menyibukkan diri dengan hadits-hadits Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam.

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita, untuk menjadi para penjaga kitabNya yang mulia, Amiiin….

_______
Referinsi : Mabahits fi ‘Ilmi Al Qiroat, Abdul Aziz bin Sulaiman Al Muzaini

Penulis : Afit Iqwanuddin

(Alumni PP Hamalatulqur’an Yogyakarta, yang saat ini sedang study S1 di Universitas Islam Madinah KSA, Fakultas Qur’an)

hamalatulquran.com


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *