Search
Thursday 17 October 2019
  • :
  • :

Kurang dari Dua Tahun Nyantri di Hamalatul Quran, Dua Santri Ini Dapat Menyelesaikan Hafalan 30 Juz

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Ilustrasi: anak-anak sedang belajar di Ma’had Harom, Nabawi, Madinah @aleqt.com

Bismillah…

Kita tahu bahwa bulan Muharram adalah bulan yang Allah agungkan, demikian pula hari Jumat adalah hari yang paling mulia diantara hari – hari yang lain.

Tepat pada hari Jumat tgl 6 Muharram / 6 September 2 santri kelas 2 salafiyah Hamalatul Quran 2 Sleman (setingkat kelas SMP) telah menyelesaikan hafalan Qur’an 30 Juz. Mereka berdua adalah ananda :

Jarvis Saifullah, asal Madura

Fadhlan Abdurrahman, asal Solo.

Tentu ini merupakan kebahagiaan bagi mereka berdua terlebih lagi adalah kedua orang tua mereka dan juga kebahagiaan bagi keluarga besar pondok pesantran Hamalatul Quran.

Di umur yang masih sangat muda Allah menganugrahkan kepada mereka berdua karunia yang sangat besar yang tidak semua anak seusianya diberikan karunia tersebut, bahkan dimana banyak anak seusia mereka berdua disibukan dengan gadgetnya, ananda Fadhlan Abdurrahman dan Jarvis Saifullah memilih untuk menyibukan diri dengan menghafal kitabullah. Dan ini adalah sebaik – baik kesibukan.

Tak lupa mereka berdua berpesan bahwa untuk mendapatkan karuna Allah ini haruslah dengan kita memiliki semangat yang tinggi dan keistiqomahan yang harus terus dijaga.

Sebagaimana imam Syafi’i menuturkan :

بقَدْرِ الكدِّ تُكتَسَبُ المَعَــالي ~ ومَنْ طَلبَ العُلا سَهِـرَ اللّيالي

Ketinggian diraih berdasarkan ukuran kerja keras ~
Barang siapa yang ingin meraih puncak maka dia akan begadang.

ورامَ العُلى مِن ْغَيرِ كَـدٍّ ~ أضَاعَ العُمرَ في طَـلَبِ المُحَالِ

Barang siapa yang mengharapkan ketinggian/kemuliaan tanpa rasa letih ~
Maka sesungguhnya ia hanya menghabiskan usianya untuk meraih sesuatu yang mustahil.

تَرُومُ العِــزَّ ثم تَنامُ لَيـلاً ~ يَغُوصُ البَحْرَ مَن طَلَبَ اللآلي

Engkau mengharapkan kejayaan lantas di malam hari hanya tidur aja??
Orang yang yang mencari mutiara harus menyelam di lautan.
(Di ambil dari tulisan ustadz Dr. Firanda Andirja)

Semoga kita semua istiqomah di dalam mencintai Al-Qur’an sampai Allah mencabut ruh kita dan kecintaan itu masih tertancap kuat di dada-dada kita.

***

(Taufik Hidayat-hamalatulquran.com)


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *