Search
Monday 28 May 2018
  • :
  • :

Koreksi Doa Masuk Bulan Rajab “Allahumma Baarik Lana fi Rajabin..”

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Validkah Doa Masuk Bulan Rajab?

Bismillah..

Saat ini kita telah memasuki bulan Rajab. Banyak kita dapati tulisan atau broadcast berkaitan dengan bulan ini, yang disayangkan, ada diantara pesan-pesan singkat yang tersebar di grup WA, fb, twit dll, yang berisi riwayat-riwayat yang tidak valid. Salah satu pesan yang banyak tersebar adalah, doa memasuki bulan Rajab yang cukup populer.

Allahumma baarik lana fi rajabin wa sya’ban wa balligh na ramadhan.

Untuk mengetahui tentang status kevalidan doa ini, mari kita simak paparan berikut.

Teks Hadis

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah! Berikan keberkahan bagi kami di bulan Rajab dan Syaban, serta panjangkan umur kami hingga berjumpa bulan ramadhan.

Takhrij

Hadis ini diriwayatkan oleh Al Bazzar, Ath Thabarani, Al Baihaqi dll. Riwayat-riwayat tersebut berporos (P) di Zaidah bin Abi Ar Ruqad, dari Ziyad bin Abdullah Numairy, dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, katanya : Apabila Nabi shallallahu alaih wasallam telah memasuki bulan rajab, beliau memanjatkan doa,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah! Berikan keberkahan bagi kami di bulan Rajab dan Syaban, serta panjangkan umur kami hingga berjumpa dengan bulan ramadhan.

Skema Sanad

 

 

Cacat pada Sanad

Sanad di atas memiliki masalah yang tidak ringan. Sebab Za’idah yang merupakan poros dari sanad hadis adalah perawi yang dinilai oleh imam Al Bukhari sebagai munkar al-Hadis. Sedangkan munkar al-hadis –menurut Al Bukhari- adalah perawi yang hadisnya tidak boleh diriwayatkan.

Kemudian guru Zaidah yang bernama Ziyad An Numairy adalah perawi lemah yang tidak dapat dijadikan sebagai sandaran dalam riwayat hadis, demikian makna ucapan imam Abu Hatim.

Kesimpulan

Sanad hadis di atas lemah (do’if). Demikian yang dinyatakan oleh Imam An Nawawi dalam Al Adzkar.  Sedangkan Al Hafidz ibnu Hajar dalam Tabyin Al ‘Ajab mengkategorikan hadis ini di antara hadis-hadis lemah yang berkaitan dengan bulan Rajab.

Karena itu, tidak boleh menisbatkan hadis ini kepada nabi Muhammad shallallahu alaih wasallam, terlebih lagi menjadikannya sebagai sunnah beliau.

 

Catatan

(P) : Poros sanad

(R): Ringkasan sanad

Tanda merah adalah perawi lemah.

 

Referensi :

  • Musnad Al-Bazzar, jilid. 13, hal. 117, no. 6496.
  • Al Mu’jam Al Ausath, karya Ath Thabarani, jilid 4, hal. 189, no. 3939.
  • Kitab Ad Du’a, Ath Thabarani, hal. 284, no. 911.
  • Syu’ab Al Iman, karya Al Baihaqi, jilid. 5, hal. 348, no. 3534.
  • Ad Da’awaat Al Kabir, Al Baihaqi, jilid. 2, hal. 142, no. 529.
  • At Tarikh Al Kabir, karya Al Bukhari, jilid. 3, hal. 433.
  • Al Jarh wa At Ta’dil, karya ibnu Abi Hatim, jilid. 3, hal. 536.
  • Tahdzib At Tahdzib, ibnu Hajar, jilid. 3, hal. 305 dan hal. 378
  • Al Adzkar, karya An Nawawi, hal. 189.
  • Tabyin al ‘Ajab Mimma Warada fi Fadhli Rajab, hal. 37-38

***

Ditulis Oleh : Abu Hurairah, BA

(Alumni PP. Hamalatulqur’an Yogyakarta, S1 fakultas Hadis Univ. Islam Madinah KSA. Saat ini sedang menempuh studi S2 prodi ilmu hadis, di universitas dan fakultas yang sama).

hamalatulquran.com


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *