Search
Monday 28 May 2018
  • :
  • :

Kisah yang Jarang Diketahui Tentang Syaikh Albani

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Inilah Syaikh Albani -rahimahullah-

Bismillah, walhamdulillah was sholaatu was salam ‘ala Rasulillah, wa ba’du.

Seorang Ahli hadits dari Bangladesh datang menemui Syaikh Albani rahimahullah.. Ia menyampaikan kepada Syaikh Albani bahwa ada sekitar 4 juta orang yang akan menghadiri kajian beliau di lapangan yang telah mereka siapkan. Mereka berharap agar Syaikh berkenan mengisi di tabligh akbar tersebut, namun Syaikh menolak untuk hadir.

Orang itu kembali menawarkan,

” Acaranya hanya seminggu wahai Syaikh.”

Namun Syaikh tetap pada pendirian beliau; menolak tawaran tersebut. Ahli hadis dari Banglades itu kembali menawarkan dengan mengurangi waktu dauroh tiga hari, namun Syaikh tetap enggan. Akhirnya ditawarkan kembali dengan hanya satu hari saja.

Syaikh tetap menolaknya dengan lebih tegas. Orang Bangladesh tetap merayu beliau, “Wahai Syaikh, selesai kajian langsung pulang dengan pesawat hari itu juga.”

Namun Syaikh tetap menolak…

Orang Banglades tersebut takjub dengan sikap Syaikh rahimahullah.

Orang Banglades itupun pamit dengan perasaan sedih. Salah seorang murid Syaikh yang bernama Abu Laila menanyakan kepada Syaikh perihal alasan penolakan beliau.

Syaikh menjawab, ” Tidakkah kamu dengar dia mengatakan jamaahnya 4 juta orang? Maka bayangkan jika aku duduk di tengah jumlah orang sebanyak itu.. Apakah ada jaminan bagiku untuk terhindar dari Riya?!! ”

Kisah beliau yang menakjudkan ini begitu membekas di hati. Dan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi murid-murid nya, dan juga seluruh orang yang hendak mengambil pelajaran dari kisah menakjudkan ini. Yaitu menjauh dari tempat tempat ketenaran.

Perlu diketahui, Syaikh Albani adalah seorang ulama hadits senior di abad ini. Beliau mengumpulkan berpuluh puluh ribu hadits dan dipelajari semua riwayatnya satu persatu. Melalui juhud beliau, Allah menjaga agama ini dari ulah kaum kafir dan ahli bid’ah yang membuat hadis-hadis palsu. Beliau adalah ulama yang sangat produktif; karya tulis beliau amat banyak. Diantara adalah kitab Silsilah Al ahadits Ad dhaifah, setebal 14 jilid dan Silsilah Al ahadits As Shahihah yang berjumlah 7 jilid. Semua karya tersebut ditulis dengan tangan beliau. Tak heran bila kemudian memakan waktu bertahun-tahun lamanya. Masih banyak lagi karya tulis beliau diluar disiplin ilmu hadis. Seperti yang berkenaan dengan disiplin ilmu akidah, fiqh dan tulisan-tulisan yang membahas masalah kontemporer.

(Refrensi : Waqofaat min hayaati Al-Imaam Al-Albani, karya Syaikh Ihsan Al-‘Utaibi.)

Senin 8 Desember 2014
Qoah dakwah wa ushuluddin.

Diterjemahkan oleh Al- Akh Fauzi Rifald (Mahasiswa Universitas Islam Madinah, Fakultas Dakwah wa Ushuluddin)

***

Di kesempatan lain, ada kisah tak kalah menarik yang kami kutip dari akun facebook Ustadz Febrian Fariyansyah (Mahasiswa Universitas Islam Madinah, Fakultas Hadis) :

Masih ingat penjelasan dosen di kelas bahwa ada oknum yang menjatuhkan kredibilitas Syaikh Albani dengan alasan banyaknya kesalahan beliau dalam menghukumi hadits. Kata dosen, “Anggap saja Syaikh Albani salah dalam menghukumi 1.000 hadits padahal total hadits yang Syaikh Albani teliti ada lebih dari 10 ribu !!! Apa karena beberapa persen kesalahan kemudian kita tidak menganggap semua jerih payah beliau ?!”


Kalau kita melihat lebih jauh ternyata banyak ulama yang prosentase “kesalahannya” lebih banyak. Sebut saja Ibnul jauzi dalam kitabnya “Al Maudhuat” atau al Hakim dalam kitab “Al Mustadrak”. Meskipun dalam kitab tersebut banyak sekali “kesalahanya” namun para ulama tidak “mencampakan” kedua kitab tersebut apalagi penulisnya. Bahkan kitab tersebut masih terus diteliti dan dipelajari salah satunya di fakultas hadits. Para ulama terus mencarikan udzur untuk penulisnya seperti belum dikoreksi, ijtihad penulis dan udzur lainnya.

Rahimahumullahu (semoga Allah merahmati beliau).

(Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1667193693396628&set=a.117173845065295.21003.100003180410673&type=3&theater)

***

Hamalatulquran.com

 


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Pengajar Ushul Fikih di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran, menyelesaikan studi Syariah di Universitas Islam Madinah. Selain menjadi Pimred Hamalatulquran.com juga kontributor di muslim.or.id dan konsultasisyariah.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *