Search
Saturday 16 February 2019
  • :
  • :

Kiat Istiqomah Di Zaman Fitnah

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Source by : unsplash

Bismillah…
Ketahuilah saudaraku semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa merahmatimu, zaman yang kita hidup saat ini sungguh sungguh amat berat. Yang namanya cobaan pasti akan melanda orang beriman, bila hati tak teguh dan istiqomah niscaya diri kan tergelincir dan terbawa arus cobaan tersebut.
Namun hal itu berbeda bagi orang-orang yang istiqomah dalam menjalankan syariat islam, ia kan tetap melangkah dengan tegar walau terdapat banyak duri di jalan yang ia lalui.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

أعظم الكرامة لزوم الإستقامة

“Karamah yang paling mulia adalah senantiasa istiqomah (dalam beragama).”

Lantas bagaimanakah cara agar kita dapat senantiasa istiqomah dalam menjalan kan syarita islam ?

Berikut ini beberapa cara agar kita dapat istiqomah dalam menjalankan syariat islam:

1. Membaca Al-Qur’an dengan Penuh Tadabbur

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

“Begitulah, supaya kami kuatkan hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (Al-Furqaan: 32)

Membaca Al Quran, menyelami dan mentadaburinya adalah salah satu walisah terbaik untuk menjadikan hati istiqomah dalam ketaatan.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata: “Dengan membaca Al Quran maka akan menjadikan hati tentram serta menjadikan hati kokoh disaat ada cobaan melanda.”

2. Membaca Kisah Para Nabi

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan semua kisah para rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Huud: 120).

Imam Al Qurthubi rahimahullah berkata: “Dengan diceritakannya kisah-kisah para Nabi dan Rasul bertujuan agar orang-orang yang beriman dapat mengambil pelajaran dari mereka baik saat mereka mendapatkan dan menyebarkan risalah atau saat mereka bersabar atau ujian dan cobaan yang mereka lalui dijalan dakwah tersebut, dan tidaklah kisah-kisah tersebut Allah sampaikan melainkan sebagai peringatan dan pengajaran bagi orang yang beriman.”

3. Mengamalkan Ilmu

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا
“Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, nisacaya itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (An Nisaa: 66).
Dalam ayat diatas Allah Ta’ala mengabarkan kepada kita bahwa keteguhan itu bukanlah diperoleh dari sekedar banyak mendengar dan membaca nasehat-nasehat atau pelajaran-pelajaran, akan tetapi keteguhan itu diperoleh karena melaksanakan isi dari nasehat tersebut. Jangan sampai nasehat atau pelajaran yang didapat itu hanya berlalu begitu saja tanpa makna, hanya masuk dari telinga kanan kemudian keluar dari telinga kiri.
Maka dari itu Allah perintahkan hamba-hambaNya untuk mengamalkan apa-apa yang telah diperintahkan kepada mereka, agar mereka mendapatkan kebaikan baik di dunia maupun di akherat.

Dalam ayat yang lain Allah berfirman :

وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan bila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil amri). Kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentu kalian mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antara kalian).” (QS. An-Nisa: 83)
4. Berdo’a
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

ولولا أن ثبتناك لقد كدت تركن إليهم شيئا قليلا
“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir hampir condong sedikit kepada mereka”. (QS. Al Israa:74).

يثبت الله الذين امنوا بالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الاخرة ويضل الله الظالمين ويفعل الله ما يشاء

“Allah meneguhkan orang orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan di akherat, dan Allah menyesatkan orang orang yang zalim dan Dia berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim : 27)

Ingatlah saudaraku, kita amat sangat butuh akan uantaian do’a agar bisa istiqamah, karena hati kita bisa saja berbolak-balik. Oleh karenanya, do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamaMu.”

_______

Referensi :

-Taisir Karim A Rahman
-Ats Tsabat Hatta Al Mamaat
Ditulis oleh : Muhammad Fatwa Hamidan
Hamalatulquran.com

Peluang Amal Jariyah:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta. Saat ini sedang menempuh study di Universitas Islam Madinah, Fakultas Syariah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *