Search
Tuesday 20 August 2019
  • :
  • :

Kenalilah Nabimu #3: Kelahiran dan Masa Kecil Beliau shalallahu alaihi wa sallam

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Kelahiran Beliau Shalallahu alaihi wa sallam

Nabi Muhammad shallallaahu ’alaihi wa sallam dilahirkan pada hari Senin bulan Rabi’ul Awwal. Ada yang mengatakan tanggal 2, 8, 10, dan ada juga yang mengatakan tanggal 12.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Pendapat yang benar, bahwasanya beliau dilahirkan pada tahun gajah, Itulah yang dikutip oleh Ibrahim bin Mudzir Al Hizami (guru Imam Bukhari), Khalifah bin Khayyath dan selainnya (tanpa menetapkan tanggal).” Para ulama sejarah berkata: “Tatkala Aminah mengandung beliau, dia berkata, Aku tidak merasakan berat (ketika mengandung Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wa sallam). Kemudian tatkala dia lahir, keluar bersamanya cahaya yang memerangi timur dan barat.

Dalam hadits al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنّي عِنْدَ اللهِ في أم الْكِتَابِ لَخَاتَمُ النَّبِيّينَ، وَإِنْ آدَمَ لَمُنْحَدِنُ في طينَتِهِ، وَسَأَنَبِكُمْ بتأويلِ ذلِكَ، دَعْوَةً أَي إِبْرَاهِيمَ، وَبشارَة عيسَى قَوْمَهُ، وَرُؤيَا أَمي الَّتِي رَأَت، أَنَّهُ خرج منها نوَرُ أَضاءتْ لَهُ قصَوَرَ الشام

“Sungguh aku di sisi Allah dalam ummul kitab telah ditetapkan sebagai penutup para Nabi, ketika Adam masih berupa tarah, Dan akan aku kabarkan kepada kalian tentang ta’awil hal itu, do’a kakekku Ibrahim dan kabar Isa kepada kaumnya, dan pandangan ibuku yang melihat bahwa keluar dari dirinya cahaya yang menerangi istana-istana negeri Syam.” (HR. Ahmad)

Ayah beliau meninggal dunia ketika beliau masih dalam kanndungan ibunya, ada juga yang mengatakan beberapa bulan setelah kelahiran beliau, dan ada juga yang mengatakan setahun. Sedangkan yang masyhur adalah pendapat pertama, yaitu ketika beliau masih dalam kandungan ibunya.

Penyusuan dan Masa Kecil Beliau Shalallahu alaihi wa sallam

Beliau Shallallaahu ’alaihi wa sullen disusui selama beberapa hari oleh Tsu’waibah, bekas budak Abu Lahab, lalu disusukan di Bani Sa’ad oleh Halimah as-Sa’diyyah. Beliau tinggal bersamanya di Bani Sa’ad kira-kira selama 4 tahun. Di sanalah terjadi peristiwa pembelahan dada beliau Shallallaahu ’alaihi wa sallam saat umur beliau 4 tahun. Ketika itu dikeluarkan kotoran, nafsu dan setan dari dada Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa sallam. Setelah peristiwa itu, Halimah mengembalikan beliau Shallallaahu ’alaihi wa sallam kepada ibunya.

Kemudian ibunda beliau meninggal dunia di Al-Abwa’, tatkala pulang ke Makkah. Pada waktu itu beliau berumur 6 tahun. Ketika beliau Shallallaahu ’alaihi wa sallam melewati Al-Abwa’, pada tahun penaklukkan (kota Makkah), beliau meminta izin kepada Rabb-nya untuk berziarah ke makam ibunya. Allah pun mengizinkan beliau. Kemudian beliau menangis, dan menangislah para sahabat yang berada di sekelilingnya, lalu beliau bersabda:

زوروا القبور فإنها تذكر الموت

“Berziarah kuburlah! Karena hal ini dapat mengingatkan akan kematian.” (HR Muslim)

Tatkala ibunya meninggal dunia, beliau shallallaahu ’alaihi wa sallam diasuh oleh Ummu Aiman yang merupakan pembantu beliau, warisan dari ayahnya. Beliau shallallaahu ’alaihi wa sallam pun dipelihara oleh kakeknya yang bemama ’Abdul Muthallib.

Ketika Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa sallam berumur 8 tahun, kakeknya meninggal dunia. Sebelum meninggal, kakek beliau berwasiat kepada paman Nabi yang bernama Abu Thalib agar memelihara Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Pamannya memelihara dan menjaga beliau dengan sangat baik dan terkadang mengajak Nabi shalallahu alaiwi wa sallam berdagang ke negeri Syam, selain itu Abu Thalib juga sangat sering menolong dan membela beliau mati-matian, terutama ketika beliau telah diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala menjadi Rasul. Namun, paman beliau tetap dalam kemusyrikan, hingga akhir hayatnya (mati dalam kondisi memeluk agama nenek moyang dan tidak masuk Islam). Tetapi Allah ta’ala meringankan adzabnya disebabkan perbuatan baiknya kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih.

Wallahu ta’ala a’lam

 

Referensi:

  • A’rif Nabiyyak
  • Al Khulashah Al Bahiyyah

Ditulis Oleh : Muhammad Fatwa Hamidan

Muroja’ah : Ust Abu Hurairah, Ba (Alumni Hamalatul Qur’an Yogyakarta, S1 fakultas Hadis Univ. Islam Madinah KSA. Saat ini sedang menempuh studi S2 prodi ilmu hadis, di universitas dan fakultas yang sama)

Peluang Amal Jariyah:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran Yogyakarta. Saat ini sedang menempuh study di Universitas Islam Madinah, Fakultas Syariah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *