Search
Thursday 23 May 2019
  • :
  • :

Inilah Impian Ibnul Jazari yang Belum Tercapai Hingga Ajal Menjemput

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

@unsplash

Impian Ibnul Jazari yang Belum Tercapai Hingga Ajal Menjemput

Bismillah…

Ibnul Jazari rohimahulloh dikenal sebagai ulama yang memiliki kesungguhan tinggi dalam menguasai ilmu. Hal tersebut akan terlihat jelas bagi siapa saja yang menelaah perjalanan hidup beliau. Makkah, Madinah dan Mesir telah beliau kunjungi sebelum genap berumur 18 tahun dalam rangka tholabul ‘ilmi. Pada umur tersebut beliau bahkan sudah menelurkan sebuah karya tulis yang berjudul At Tamhid fi ‘Ilmi At tajwid.

Di tengah perjalanan dalam mengarungi samudra ilmu, berbagai karya menakjubkan terus lahir satu persatu. Sebut saja matan Al Jazariyah, siapa yang tak mengenalnya?! Bisa dikatakan bahwa karya satu ini merupakan matan yang paling terkenal dalam disiplin ilmu tajwid. Belum lagi jika kita berbicara tentang An Nasyr fi Al Qiroat Al ‘Asyr, sebuah karya yang sukses menghebohkan dunia ilmu qiroat.

Namun demikian, Ibnul Jazari tetaplah manusia biasa. Tak semua yang diinginkan bisa diraih. Sejarah mencatat setidaknya ada satu impian yang belum terealisasi hingga ajal menjemput. Jangan bayangkan bahwa beliau bermimpi untuk memiliki kekayaan yang melimpah atau memiliki istana bak seorang raja.

Tidak…! Impian beliau tak jauh dari kata menuntut ilmu.

“Adapun Kota Andalus dan Maghrib, maka kami tak mengetahui bagaimana keadaan (sanad Al-Quran) di sana untuk saat ini. Akan tetapi kami mendapat kabar bahwasanya mereka membaca Al-Quran menggunakan Qiroah sab’ah lengkap dengan 14 jalur riwayatnya.

Mungkin saja ada di antara mereka yang membaca menggunakan Qiroat Ya’qub Al Hadromi. Sebuah kebaikan yang amat besar tentunya jika ada seseorang dari negri kita ini yang berkenan untuk memastikan hal tersebut”.

Kalimat di atas, merupakan cuplikan perkataan Ibnul Jazari rohimahulloh setelah membahas seputar sanad qiroat diberbagai negri yang telah beliau singgahi. Beliau berharap ada diantara penduduk negri Syam atau Hijaz yang berkenan untuk melakukan perjalanan panjang ke Kota Andalus dan Maghrib dalam rangka mempelajari sanad Al-Quran yang tersebar disana.

Perjalanan ke sana tentu bukan hal yang mudah, perlu kesungguhan dan bekal yang cukup. Sebab kondisi dahulu jauh berbeda dengan saat ini, mereka belum mengenal pesawat ataupun kereta cepat. Perjalanan hanya bisa dilakukan dengan menunggangi onta, keledai ataupun kuda. Sehingga akan memakan waktu yang amat lama dan butuh tenaga serta kesabaran ekstra.

Sejarah mencatat bahwa, hingga ajal menjemput, impian Ibnul Jazari ini tetap tidak terealisasi. Bertahun-tahun setelahnya barulah diketahui bahwa penduduk Maghrib saling mewarisi jalur sanad Al-Quran yang dikenal dengan Al ‘Asyroh An Nafi’iyyah. Sebuah jalur sanad yang pernah dibukukan oleh Imam Ad Dani rohimahulloh dalam kitabnya yang bernama At Ta’rif.

Inilah diantara alasan mengapa jalur ‘Asyroh An Nafi’iyyah tersebut, tidak akan kita dapati dalam kitab An Nasyr milik Ibul Jazari rohimahulloh.

Syaikh Doktor Usamah Salim Al Maghribi hafidhohulloh yang merupakan salah seorang pentahqiq kitab yang berhubungan dengan Qiroah ini menuturkan :

“Jika bagi penduduk Syam, Hijaz dan sekitarnya Qiroah ‘Asyroh Sughro adalah jalur Syatibiyah dan Durroh, maka Qiroah ‘Asyroh Sughro bagi penduduk Maghrib adalah jalur ‘Asyroh An Nafi’iyyah’ ini”.

Adapun gambaran jalur Qiroat ‘Asyroh An Nafi’iyyah’ bisa dilihat pada gambar dibawah ini :

Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita untuk tetap istiqomah dalam mempelajari Kitab-Nya.

___________

Referensi:

– Munjidul Muqriin, karya Ibnul Jazari.

– Tafshil ‘Iqdi Ad Duror Ibni Birri fi Nasyri Thuruq Al Madani Al ‘Asyri, karya Ibnu Ghozi.

Ditulis oleh : Afit Iqwanudin, A.Md

(Alumni PP Hamalatulqur’an Yogyakarta, mahasiswa Pascasarjana jurusan Ilmu Qiro’at, Fakultas Qur’an di Universitas Islam Madinah KSA)

Hamalatulquran.com

***

Mari bergabung menanam saham Jariyah dalam pembangunan PP Tahfidz Hamalatul Qur’an, Sanden, Bantul.

Klik gambar :

Peluang Amal Jariyah:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *