Search
Thursday 17 October 2019
  • :
  • :

Haruskah Pengajar Al-Quran Memiliki Sanad?

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Sanad Al-Quran

Diantara hal yang menjadi cita-cita para penghafal Al-Quran adalah memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam . Tak heran jika banyak diantara mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan hal tersebut dari para ahlinya, terutama para masyayikh timur tengah. Melihat fakta tersebut muncullah sebuah pertanyaan : “Haruskah seorang penghafal atau pengajar Al-Quran memiliki sanad?”.

Baca juga : Ciri Khas Ijazah Sanad Al-Quran 

 

Perlu diketahui bahwa sanad Al-Quran merupakan sebuah kesaksian dari sang guru  bahwa muridnya sudah memiliki kapabilitas untuk mengajarkan Al-Quran. Akan tetapi, seorang pengajar yang tidak memiliki sanad bukan berarti secara otomatis diragukan kemampuannya. Sebab banyak orang yang memiliki keahlian akan tetapi tidak mengambil sanad Al-Quran karena berbagai hal. Entah karena kesibukan, jauh dari para masyayikh yg memiliki sanad ataupun berbagai alasan lainnya.

Imam As Suyuthi rohimahulloh pernah menyinggung hal ini dalam kitab Al Itqon fi ‘Ulumil Quran :

والإجازة من الشيخ غير شرط جواز التصدي للإقراء والإفادة؛ فمن علم من نفسه الأهلية جاز له ذلك وإن لم يجزه أحد، وعلى ذلك السلف الأولون والصدر الصالح، وكذلك في كل علم وفي الإقراء والإفتاء، خلافا لما يتوهمه الأغبياء من اعتقاد كونها شرطا، وإنما إصطلح الناس على الإجازة لأن أهلية الشخص لا يعلمها غالبا من يريد الأخذ عنه من المبتدئين ونحوهم لقصور مقامهم عن ذلك، والبحث عن الأهلية قبل الأخذ شرط فجعلت الإجازة كالشهادة من الشيخ للمجاز بالأهلية.
والله أعلم.

“Ijazah (sanad Al-Quran) bukanlah merupakan syarat bolehnya seseorang untuk mengajarkan  Al-Quran. Oleh sebab itu, siapa saja yg memiliki kapabilitas maka ia berhak untuk mengajarkan Al-Quran meskipun tidak memiliki sanad. Dan seperti itulah keadaan para salafussholih terdahulu, baik mengajarkan Al-Quran ataupun berfatwa. Tidak sebagaimana yg dipahami oleh sebagian orang jahil bahwa memiliki sanad merupakan syarat untuk mengajar.

Adapun munculnya istilah ijazah sanad sendiri dilatarbelakangi karena kapasitas seorang guru seringkali tidak diketahui oleh para penuntut ilmu yang hendak belajar kepadanya. Hal ini disebabkan karena mereka memang belum memahami hal tersebut, padahal mencari seseorang guru yang memiliki kapabilitas merupakan syarat sebelum mengambil ilmu. Oleh karenanya munculah istilah ijazah sanad yang memiliki kedudukan layaknya sebuah sertifikat dari seorang Syaikh bahwa muridnya sudah layak untuk mengajar.”

Kesimpulan

Ijazah sanad bukanalah syarat bolehnya seseorang mengajar Al-Quran, akan tetapi memilikinya tentu menambah nilai tersendiri. Sebab hal tersebut merupakan pengakuan bahwa si pemilik telah layak untuk menjadi pengajar Al-Quran.

Adapun beberapa hal yang hendaknya dikuasai oleh pengajar Al-Quran bisa dilihat pada artikel : 10 Kiat Menjadi Pengajar Al-Quran yang Baik & Profesional

Wallahu a’lam

Makkah Al Mukarromah, 21 Muharrom 1441

Referensi : Iqrô’ Al-Quran

 

 


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Alumni PP Hamalatulqur’an Yogyakarta, Mahasiswa Pascasarjana jurusan Ilmu Qiro’at, Fakultas Qur’an di Universitas Islam Madinah KSA


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *