Search
Saturday 16 February 2019
  • :
  • :

Fikih Umrah 6 : Cara Ringkas Ibadah Umrah (c)

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Ketiga, Sa’i.

Kemudian menuju bukit Sofa untuk memulai Sa’i. Saat berjalan menaiki bukit sofa, disunahkan membaca ayat,

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

Innas Shofaa wal marwata min Sya’aa-i rillah.

Artinya : Sesungguhnya Sofa dan Marwa, adalah syiar dan syiar-syiar Allah. (QS. Al-Baqarah : 158).

Kemudian mengucapkan doa,

أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Abda-u bima bada-allahu bihi.

Artinya : Aku memulai sa’i dari bukit yang pertama disebutkan Allah… (yakni pada ayat di atas).

Seperti tawaf, sa’i juga dilakukan sebanyak 7 x dimulai dari bukit Sofa. Bedanya, pada towaf satu putaran penuh dihitung dari sudut Hajar Aswad ke sudut Hajar Aswad. Adapun sa’i, jalan dari bukit Sofa ke Marwa dihitung satu putaran, kemudian dari bukit Marwa ke Sofa putaran berikutnya. Sehingga sa’i berakhir di bukit Marwa.

Saat sampai pada lampu hijau, disunahkan bagi laki-laki berlari ringan.

Tidak ada bacaan-bacaan khusus saat Sa’i yang bersumber dari hadis-hadis shahih, kecuali saat di atas bukit Sofa dan Marwa disunahkan berhenti sejenak seraya membaca doa berikut,

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.

Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashoro ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah.

Artinya : Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, yang melaksanakan janjiNya, membela hambaNya (Muhammad) dan mengalahkan golongan musuh sendirian.

Setelah itu berdoa sesuai kebutuhan masing-masing sebanyak tiga kali dengan mengangkat tangan dan menghadap ke Ka’bah. Dengan cara, doa diselingkan setelah membaca dzikir di atas. Jadi, membaca Laa ilaaha illallaah… kemudian baca doa, baca Laa ilaaha illallaah… kemudian doa lagi. Baca Laa ilaaha illallaah… kemudian doa lagi.

Untuk sa’i tidak disyaratkan dilakukan dalam kondisi suci atau berwudhu.

Keempat, Tahallul

Tahallul adalah urutan terakhir dari empat rangakaian ibadah dalam ritual umrah.

Disebut Tahallul dari kata Halal, artinya, setelah melakukan tahallul, jama’ah umrah kembali dihalalkan larangan-larangan ihram.

Untuk jama’ah laki-laki, Tahallul dilakukan dengan memilih dua opsi berikut :

  1. Halaq, yaitu menggundulkepala.
  2. Taqshir, yaknimencukur pendek seluruh sisi rambut kepalanya.

Antara menggundul dan memotong pendek, mana yang lebih utama?

Menggundul lebih utama. Karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mendoakan ampunan sebanyak tiga kali untuk jama’ah laki-laki yang bertahallul dengan menggundul. Disebutkan dalam hadis yang berasal dari sahabat Abu Hurairah -radhiyallahu’anhu-. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

اللهم اغفر للمحلقين

قالوا يا رسول الله وللمقصرين قال اللهم اغفر للمحلقين قالوا يا رسول الله وللمقصرين قال اللهم اغفر للمحلقين قالوا يا رسول الله وللمقصرين قال وللمقصرين

Ya Alloh ampunilah orang-orang yang memotong rambutnya sampai gundul (halqu)”

Para sahabat bertanya ” Untuk orang yang memotong pendek rambutnya juga ya Rosul “

“Ampunilah orang-orang yang memotong rambutnya sampai gundul” Sahut Nabi.

Para sahabat memohon kembali ” Untuk orang yang memotong pendek juga ya Rosul “

Rosul menimpali “Ampunilah orang-orang yang memotong rambutnya sampai gundulز”

“Untuk yang memotong pendek juga ya Rosul.” Pinta kembali para sahabat.

Barulah kemudian Rosul menjawab ” Dan ampunilah bagi orang yang memotong pendek rambutnya. “

(HR. Muslim)

Adapun tahallul untuk jama’ah wanita, cukup dengan memotong ujung rambut sepanjang satu ruas jari. Kami sarankan dilakukan di kamar hotel, agar tidak dilihat khalayak. Mengingat rambut merupakan aurat bagi perempuan.

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ليس على النساء حلق , إنما على النساء التقصير

“Tidak ada bagi wanita gundul rambutnya, untuk para wanita cukup mencukur rambut saja.” (HR. Abu Daud)

Dengan demikian, alhamdulillah kita telah usai melakukan ibadah umrah…

Oleh : Ahmad Anshori

Hamalatulquran.com

Peluang Amal Jariyah:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Pengajar Ushul Fikih di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran, menyelesaikan studi Syariah di Universitas Islam Madinah. Selain menjadi Pimred Hamalatulquran.com juga kontributor di muslim.or.id dan konsultasisyariah.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *