Search
Friday 19 July 2019
  • :
  • :

Fikih Umrah #4 : Cara Ringkas Ibadah Umrah (b)

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

Bismillah..

Kedua, Towaf

Sebelum memasuki Masjidil Haram, kita perhatikan adab-adab masuk masjid. Seperti :mendahulukan kaki kanan, dan mengucapkan doa masuk masjid,

باسم الله والصلاة و السلام على رسول الله, اللهم افتحلي أبواب رحمتك, أعوذ بالله العظيم وبوجهه الكريم وسلطانه القديم من الشيطان الرجيم

Bismillah, was sholaatu was salaam, ‘ala rasuulillah. Allahummaf tahlii abwaaba rohmatik. A’udzu billahil ‘adhiim, wa bi wajhihil kariim, wa sultoonihil qodiim, minas syaitoonir rojiim.

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, shalawat serta salam untuk Rasulullah. Ya Allah, mohon bukakan untuk kami pintu-pintu rahmadMu. Aku berlindung kepada Allah yang maha Agung, dengan wajahnya yang maha Mulia, serta dengan kerajaanNya yang Qodiim, dari godaan setan yang terkutuk.

Dipastikan sebelum masuk masjid, kita sudah berwudhu terlebih dahulu. Karena towaf ini disyaratkan harus dalam kondisi suci atau berwudhu. Karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الطواف بالبيت صلاة إلا أنّ الله تعالى أباح فيه الكلام

“Towaf mengelilingi Baitullah merupakan shalat. Hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya. ”

(HR. At-Tirmidzi dan Hakim dan lainnya, hadits ini shahih)

Nabi menyamakan towaf dengan sholat. Sementara sholat disyaratkan berwudhu. Menunjukkan bahwa towafpun demikian disyaratkan berwudhu terlebih dahulu.

Jika batal di tengah putaran towaf, maka berwudhu kembali kemudian mengulang towaf dari awal.

Kemudan kita menuju pelataran towaf (matof), untuk melakukan towaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 x, dengan posisi Ka’bah berada di sisi kiri kita.

Saat towaf, bagi laki-laki disunahkan:

  1. Ith-thiba’: yaitu membuka bahu sebelah kanan.
  2. Romlu: yaitu berlari ringan di tiga putaran pertama, jika kondisi memungkinkan.

Towaf dimulai dari sudut Hajar Aswad, yang saat ini, bagi jama’ah yang tidak bisa mendekat ke sudut Hajar Aswad, garis lurus sudut Hajar Aswad sejajar dengan lampu Hijau. Kemudian berakhir di rukun Hajar Aswad pula. Dari sudut Hajar Aswad ke sudut Hajar Aswad, dihitung satu putaran towaf. Demikian seterusnya samapi 7x putaran.

Saat tepat berada sejajar dengan rukun Hajar Aswad, kita disunahkan tiga hal :

  1. Mencium Hajar Aswad, jika kondisi memungkinkan dan mampu.
  2. Mengusap dengan tangan atau tongkat, kemudian mencium tangan atau tongkat yang kita pergunakan untuk menyentuh Hajar Aswad. Kemudian mengucapkan,

بسم الله والله اكبر

Bismillah Wallohu-akbar

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, dan maha besar Allah.

  1. Jika tidak mampu mencium dan mengusap, kita pilih obsi ketiga yaitu : berisyarat dengan melambaikan tangan kea rah Hajar Aswad, seraya mengucapkan,

الله أكبر

Allahu-akbar

Demikian seterusnya kita lakukan, saat putaran towaf kita sampai tepat di sudut Hajar Aswad.

Tidak dituntunkan mengusapkan tangan ke wajah setelah itu.

Sesampainya kita di sudut Yamani, jika kondisi memungkinkan disunahkan mengusapnya, tanpa mencium atau mengisyaratkan tangan. Dan tidak ada bacaan khusus seperti mengusap Hajar Aswad, saat mengusap Sudut Yamani.

Dua kegiatan di atas; mencium/mengusap/berisyarat kepada Hajar Aswad dan mengusap Sudut Yamani, hanya dilakukan saat towaf saja. Di luar ibadah towaf, tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahualaihi wa sallam untuk mencium/mengusap/berisyarat kepada Hajar Aswad atau mengusap Sudut Yamani.

Saat towaf, disunahkan memperbanyak dzikir dan doa. Kemudian antara sudut Yamani dan Hajar Aswad, disunahkan membaca doa,

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil ‘akhirati hasanah waqina ‘adzaban-naar.

Artinya : Ya Tuhan kami, berikanlah kepad kami kebaikan di dunia juga di akhirat. Dan lindungi kami dari siksa api neraka.

Setelah towaf, kita menuju Maqom Ibrahim untuk melakukan sholat sunah 2 raka’at. Dengan posisi Maqom Ibrahim berada antara kita dan Ka’bah. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, boleh sholat di manapun di masjidil Haram. Raka’at pertama disunahkan membaca surat Al-Kafirun, raka’at kedua membaca Al-Ikhlas.

Setelah itu, disunahkan minum zam-zam dan mengguyurkannya ke kepala, kemudian mencium/mengusap/berisyarat kembali ke Hajar Aswad. 

Bersambung insyaallah….

***

Ditulis oleh : Ahmad Anshori

Hamalatulquran.com

Peluang Amal Jariyah:
umroh dan haji plus


Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Pengajar Ushul Fikih di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran, menyelesaikan studi Syariah di Universitas Islam Madinah. Selain menjadi Pimred Hamalatulquran.com juga kontributor di muslim.or.id dan konsultasisyariah.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *