Search
Monday 28 May 2018
  • :
  • :

Begini Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Lengkap

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:

 

Bismillah…
Berbicara tata cara sholat gerhana, diawali dengan kumandang seruan “Ash-sholaatu jaami’ah…” (Mari kita sholat jamaah..) sebelum sholat dilaksanakan.
Ini berdasarkan hadis Ibnu Umar Radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,
لما كسفت الشمس على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نودي بالصلاة جامعة
Ketika terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah shallallahualaihiwasallam, diserukan sebuah seruan “Ash-sholaatu jaami’ah...” (Mari kita sholat jamaah..). (HR. Bukhari dan Muslim).
Seruan ini diumumkan berulang-ulang, sampai dirasa seluruh masyarakat memdengarnya. Tidak ada batasan bilang tertentu.
Dan perlu diingat, tidak ada azan dan iqomat untuk sholat gerhana.

Tata Cara Shalat Gerhana 

1. Sholat gerhana dua rakaat, hanya saja bedanya setiap rakaatnya ada dua ruku’.
2. Saat bangkit dari ruku’ pertama membaca “sami’allahu liman hamidah..” tanpa dilanjutkan sujud, tapi langsung membaca Al Fatihah dan surat.
3. Disunahkan bacaan surat berikutnya lebih pendek dari sebelumnya.
4. Lalu ruku’ yang kedua disambung sujud.. demikian yang dilakukan di rakaat kedua.
5. Bacaan surat dibaca keras (jahr).
Dalilnya adalah hadis Aisyah radhiyallahu’anha, yang tertulis di shahih Bukhori dan Muslim,
جهر النبي صلى الله عليه وسلم في صلاة الخسوف بقراءته
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengeraskan bacaan pada sholat gerhana.
Namun sebagian ulama berpandangan, bacaan sholat gerhana dibaca lirih (sir). Akantetapi membaca jahr itu yang lebih tepat, meski dalam hal ini persoalannya longgar.
6. Membaca surat-surat yang panjang.
Berdasarkan hadis tentang salat gerhana dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma,
أن النبي صلى الله عليه وسلم قام قياما طويلا ، نحوا من سورة البقرة
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam melakukan sholat gerhana dengan waktu yang lama, seukuran bacaan surat Al-Baqarah. (HR. Bukhari dan Muslim).
Meskipun tetap sah membaca surat-surat yang pendek.
7. Memanjangkan ruku’, i’tidal dan sujud pada rakaat pertama, tidak memanjangkannya di rakaat kedua.
Dalilnya hadis dari sahabat Abu Musa al Asy’ari radhiyallahu’anhu, saat menerangkan sifat sholat gerhananya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam,
فأتى المسجد فصلى بأطول قيام وركوع وسجود رأيته يفعله في صلاته
“Beliau mendatangi masjid, lalu sholat dengan melamakan berdiri, ruku’ dan sujudnya. Saya melihat seperti inilah yang beliau lakukan di sholatnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
8.Dalam tahap shalat gerhana, tidak ada doa khusus dalam gerakan-gerakan ini selain bacaan ruku’, i’tidal dan sujud. ‘ yang sudah kita kenal. Caranya dengan dibaca berulang-ulang.
Hadis yang menerangkan tatacara sholat gerhana adalah berikut :
Ibunda Aisyah radhiyallahu’anha mengabarkan,
خسفت الشمس في حياة النبي، فخرج رسول الله إلى المسجد فقام و كبر و صف الناس وراءه، فاقترأ قراءة طويلة، ثم كبر فركع ركوعا طويلا هو أدنى من القراءة الأولى، ثم رفع رأسه فقال: سمع الله لمن حمده، ربنا و لك الحمد، ثم قام فاقترأ قراءة طويلة هي أدنى من القراءة الأولى، ثم كبر فركع ركوعا هو أدنى من الركوع الأول ثم قال : سمع الله لمن حمده، ربنا و لك الحمد. ثم سجد ثم فعل في الركعة الأخرى مثل ذلك حتى استكمل أربع ركعات و أربع سجدات و انجلت الشمس قبل أن ينصرف ثم قام فخطب الناس فأثنى على الله بما هو أهله ثم قال : إن الشمس و القمر آيتان من آيات الله عز و جل لا ينخسفان لموت أحد و لا لحياته فإذا رأيتموهما فافزعوا إلى الصلاة
“Pernah terjadi gerhana matahari dalam kehidupan Nabi.
Kemudian Rasulullah keluar menuju masjid melakukan shalat gerhana, beliau melafalkan takbir dan orang-orang berbaris di belakangnya.
Kemudian Rasulullah membaca surat yang panjang.
Kemudian takbir dan ruku yang lamanya lebih pendek dari bacaan pertama.
Lalu bangkit dari ruku’ seraya membaca: sami’allahu liman hamidah, robbana walakal hamdu. (Allah mendengar orang yang memuji-Nya, Ya Allah Tuhan kami dan bagi-Mu lah segala pujian)
Selanjutnya Rasulullah berdiri lagi dan membaca bacaan yang panjangnya lebih pendek dari bacaan rakaat pertama.
Dan kemudian takbir dan ruku yang lamanya lebih pendek dari ruku pertama.
Berikutnya beliau bangkit dari ruku’ sami’allahu liman hamidah, robbana walakal hamdu. (Allah mendengar orang yang memuji-Nya, Ya Allah Tuhan kami dan bagi-Mu lah segala pujian)
Lalu Rasulullah sujud, dan melakukan pada raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama. Sampai sempurnalah empat ruku dan empat sujud dalam dua raka’at, hingga tampak jelaslah matahari sebelum selesai.
Kemudian Rasulullah berkhutbah,
إن الشمس والقمر آيتان من آيات الله لا يخسفان لموت أحد ولا لحياته فإذا رأيتموها فافزعوا للصلاة
Matahari dan bulan adalah dua dari ayat-ayat Allah. Gerhana terjadi bukan karena kematian dan tidak pula karena kehidupan seseorang. Maka jika kalian melihatnya maka segeralah melakukan shalat.” (HR Bukhari dan Muslim).
9. Disunahkan khutbah setelah sholat gerhana, berdasarkan keterangan pada hadis di atas.

Bagaimana Kalau Ketinggalan Rakaat (masbuq)?

Jika ia bergabung sholat setelah ruku’ pertama selesai, maka dia teranggap telat satu rakaat. Jadi dia harus menyempurnakan satu rakaat lagi dengan dua ruku’ setelah imam selesai sholat.
Wallahua’lam bis showab..
 ***
Ditulis oleh: Ahmad Anshori, Lc

Raih pahala menyampaikan kebaikan, Bagikan:


Pengajar Ushul Fikih di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Alumni Pondok Pesantren Hamalatul Quran, menyelesaikan studi Syariah di Universitas Islam Madinah. Selain menjadi Pimred Hamalatulquran.com juga kontributor di muslim.or.id dan konsultasisyariah.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *